Rabu, 26 Oktober 2011

hati word


Tentang Ucapan: "Andaikata"

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahid muallim

Firman Allah Ta'ala (artinya):
"Mereka (orang-orang munafik) mengatakan: 'Andaikata kita memiliki sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya (kita tidak akan terkalahkan dan) tidak akan ada yang terbunuh di antara kita di sini (maksudnya: dalam perang Uhud)'. Katakanlah: 'Kalaupun kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji (keimanan) yang ada dalam dadamu dan untuk membuktikan (niat) yang ada dalam hatimu. Dan Allah Maha Mengetahui isi segala hati." (Ali Imran: 154)
"Orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang: 'Andaikata mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh.' Katakanlah: 'Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar'." (Ali Imran: 168)
Diriwayatkan dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:
"Bersungguh-sungguhlah dalam menuntut apa yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali kamu bersikap lemah. Apabila kamu tertimpa suatu kegagalan, janganlah kamu berkata: 'Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini atau begitu', tetapi katakanlah: 'Ini telah ditakdirkan oleh Allah; dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki'; karena ucapan 'seandainya' akan membuka (pintu) perbuatan syetan."
Kandungan tulisan ini:
  1. Tafsiran kedua ayat dalam surah Ali Imran. Kedua ayat di atas menunjukkan larangan mengucapkan "Andaikata" atau "Seandainya" dalam hal-hal yang telah ditakdirkan oleh Allah terjadi, dan ucapan demikian termasuk sifat-sifat munafik; juga menunjukkan bahwa konsekwensi iman ialah pasrah dan ridha kepada takdir Allah, serta rasa khawatir seseorang tidak akan dapat menyelamatkan dirinya dari takdir tersebut.
  2. Dilarang dengan tegas untuk mengucapkan "andaikata" atau "seandainya" apabila mendapat suatu musibah atau kegagalan.
  3. Alasannya, bahwa ucapan tersebut akan membuka pintu perbuatan syetan.
  4. Bimbingan yang diberikan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam (ketika menjumpai suatu kegagalan atau mendapat suatu musibah), yaitu supaya mengucapkan perkataan yang baik (dan bersabar serta mengimani bahwa apa yang terjadi adalah takdir Allah).
  5. Diperintahkan supaya bersungguh-sungguh dalam menuntut segala yang bermanfaat (untuk di dunia dan di akhirat), dengan senantiasa memohon pertolongan Allah.
  6. Dilarang bersikap sebaliknya, yaitu bersikap lemah.
Dikutip dari buku: "Kitab Tauhid" karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.
Penerbit: Kantor Kerjasama Da'wah dan Bimbingan Islam, Riyadh 1418 H.

 

 

 

Penyakit-Penyakit Hati

Al-Imam Ibnu Abil 'Izzi

Pengantar:
Untuk sedikit menambah pengetahuan kita tentang penyakit hati, berikut ini akan saya kutipkan risalah dari buku "Tahdzib Syarh Ath-Thahawiyah..." karya Syeikh Abdul Akhir Hammad Alghunaimi. Akan tetapi, barangkali risalah itu sendiri lebih tepat disebut karya Al-Imam Ibnu Abil 'Izzi, karena beliaulah yang menulisnya sebagai syarh (penjelasan) dari kitab Aqidah yang disusun oleh Imam Ath-Thahawi yang dikenal dengan kitab "Aqidah Thahawiyah". Sedang Syeikh Abdul Akhir Hammad Alghunami adalah yang melakukan tahdzib (penataan ulang). Semoga bermanfaat.

Hati itu dapat hidup dan dapat mati, sehat dan sakit. Dalam hal ini, ia lebih penting dari pada tubuh.
Allah berfirman, artinya:
"Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya." (Al-An'am : 122)
Artinya, ia mati karena kekufuran, lalu Kami hidupkan kembali dengan keimanan. Hati yang hidup dan sehat, apabila ditawari kebatilan dan hal-hal yang buruk, dengan tabi'at dasarnya ia pasti menghindar, membenci dan tidak akan menolehnya. Lain halnya dengan hati yang mati. Ia tak dapat membedakan yang baik dan yang buruk.
Dua Bentuk Penyakit Hati:
Penyakit hati itu ada dua macam: Penyakit syahwat dan penyakit syubhat. Keduanya tersebut dalam Al-Qur'an.
Allahberfirman,artinya: "Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara (melembut-lembutkan bicara) sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya. " (Al-Ahzab:32)
Ini yang disebut penyakit syahwat.
Allah juga berfirman, artinya:
"Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya..." (Al-Baqarah : 10)
Allah juga berfirman, artinya:
"Dan adapun orang yang didalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, di samping kekafirannya (yang telah ada)." (At-Taubah : 125)

Penyakit di sini adalah penyakit syubhat. Penyakit ini lebih parah daripada penyakit syahwat. Karena penyakit syahwat masih bisa diharapkan sembuh, bila syahwatnya sudah terlampiaskan. Sedangkan penyakit syubhat, tidak akan dapat sembuh, kalau Allah tidak menanggulanginya dengan limpahan rahmat-Nya.
Seringkali penyakit hati bertambah parah, namun pemiliknya tak juga menyadari. Karena ia tak sempat bahkan enggan mengetahui cara penyembuhan dan sebab-sebab (munculnya) penyakit tersebut. Bahkan terkadang hatinya sudah mati, pemiliknya belum juga sadar kalau sudah mati. Sebagai buktinya, ia sama sekali tidak merasa sakit akibat luka-luka dari berbagai perbuatan buruk. Ia juga tak merasa disusahkan dengan ketidak mengertian dirinya terhadap kebenaran, dan keyakinan-keyakinannya yang batil. "Luka, tak akan dapat membuat sakit orang mati." *). Terkadang ia juga merasakan sakitnya. Namun ia tak sanggup mencicipi dan menahan pahitnya obat. Masih bersarangnya penyakit tersebut di hatinya, berpengaruh semakin sulit dirinya menelan obat. Karena obatnya dengan melawan hawa nafsu. Itu hal yang paling berat bagi jiwanya. Namun baginya, tak ada sesuatu yang lebih bermanfaat dari obat itu. Terkadang, ia memaksa dirinya untuk bersabar. Tapi kemudian tekadnya mengendor dan bisa meneruskannya lagi. Itu karena kelemahan ilmu, keyakinan dan ketabahan. Sebagai halnya orang yang memasuki jalan angker yang akhirnya akan membawa dia ke tempat yang aman. Ia sadar, kalau ia bersabar, rasa takut itu sirna dan berganti dengan rasa aman. Ia membutuhkan kesabaran dan keyakinan yang kuat, yang dengan itu ia mampu berjalan. Kalau kesabaran dan keyakinannya mengendor, ia akan balik mundur dan tidak mampu menahan kesulitan. Apalagi kalau tidak ada teman, dan takut sendirian.
Menyembuhkan Penyakit Dengan Makanan Bergizi dan Obat:
Gejala penyakit hati adalah, ketika ia menghindari makanan-makanan yang bermanfaat bagi hatinya, lalu menggantinya dengan makanan-makanan yang tak sehat bagi hatinya. Berpaling dari obat yang berguna, menggantinya dengan obat yang berbahaya. Sedangkan makanan yang paling berguna bagi hatinya adalah makanan iman. Obat yang paling manjur adalah Al-Qur'an masing-masing memiliki gizi dan obat. Barangsiapa yang mencari kesembuhan (penyakit hati) selain dari Al-kitab dan As-sunnah, maka ia adalah orang yang paling bodoh dan sesat. Sesungguhnya Allah berfirman:
"Katakanlah: "Al-qur'an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al-qur'an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat jauh." (Fushshilat : 44)

Al-qur'an adalah obat sempurna untuk segala penyakit tubuh dan hati, segala penyakit dunia dan akherat. Namun tak sembarangan orang mahir menggunakan Al-qur'an sebagai obat. Kalau si sakit mahir menggunakannya sebagai obat, ia letakkan pada bagian yang sakit, dengan penuh pembenaran, keimanan dan penerimaan, disertai dengan keyakinan yang kuat dan memenuhi syarat-syaratnya. Tak akan ada penyakit yang membandel. Bagaimana mungkin penyakit itu akan menentang firman Rabb langit dan bumi; yang apabila turun di atas gunung, gunung itu akan hancur, dan bila turun di bumi, bumi itu akan terbelah? Segala penyakit jasmani dan rohani, pasti terdapat dalam Al-qur'an cara memperoleh obatnya, sebab-sebab timbulnya dan cara penanggulangannya. Tentu bagi orang yang diberi kemampuan mamahami kitab-Nya.
*) [Penggalan akhir bait sya'ir Al-Mutanabbi, yang mana penggalan awalnya adalah: "Orang yang hina, akan mudah mendapat kehinaan"]
Dikutip dari: Abdul Akhir Hammad Alghunaimi, "Tahdzib Syarh Ath-Thahawiyah Dasar-dasar 'Aqidah Menurut Ulama Salaf", penerjemah: Abu Umar Basyir Al-Medani, Pustaka At-Tibyan, buku 2, Cetakan I, 2000, hal 264-266.
KEUTAMAAN TAWAKAL
Allah berfirman,
"Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-oang Mukmin bertawakal". (Ali Imran: 122)
"Dan, barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya". (Ath-Thalaq: 33)
Di dalam hadits diriwayatkan, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menyebutkan bahwa di antara umatnya ada tujuh puluh ribu orang yang masuk surga tanpa hisab. Kemudian beliau bersabda,
"Yaitu mereka yang tidak membual, tidak mencuri, tidak membuat ramalan yang buruk-buruk dan kepada Rabb mereka bertawakal". (Diriwayatkan Al-Bukhary dan Muslim)
Dari Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu Anhu, dia berkata, "Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Andaikan kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Dia kan menganugerahkan rezki kepada kalian sebagaimana Dia menganugerahkan rezki kepada burung, yang pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar, lalu kembali pada sore hari dalam keadaan kenyang." *)
Diantara doa yang dibaca Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ialah:
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon taufik kepada-Mu untuk mencintai-Mu daripada amal-amal, kebenaran tawakal dan baik sangka kepada-Mu". (Hadits mursal, diriwayatkan Abu Nu'aim)
Tawakal harus didasarkan kepada tauhid. Adapun tauhid itu ada beberapa tingkatan. Diantaranya:
  1. Hati harus membenarkan wahdaniyah, yang kemudian diterjemahkan lewat kata-kata la ilaha illallahu wahdahu la syarika lahu lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir. Jika dia membenarkan lafazh ini, namun tidak mengetahui dalilnya, berarti itu merupakan keyakinan orang awam.
  2. Hamba melihat berbagai macam benda yang berbeda-beda, lalu melihatnya berasal dari satu sumber. Ini kedudukan orang-orang yang taqarab.
  3. Hamba melihat dari mata hatinya bahwa tidak ada yang bisa berbuat kecuali Allah dan dia tidak memandang kepada selain Allah. Kepada-Nya dia takut dan kepada-Nya pula dia berharap serta bertawakal. Karena pada hakekatnya Allahlah satu-satunya yang bisa berbuat. Dengan kemahasucian-Nya semua tunduk kepada-Nya. Dia tidak mengandalkan hujan agar tanaman bisa tumbuh, tidak mengandalkan kepada mendung agar hujan turun, tidak mengandalkan kepada angin untuk menjalankan perahu. Bersandar kepada semua ini merupakan ketidaktahuan terhadap hakekat segala urusan. Siapa yang bisa menyibak berbagai hakikat tentu akan mengetahui bahwa angin tidak berhembus dengan sendirinya. Angin itu harus ada yang mengerakkannya. Seseorang yang melihat angin sebagai penyelamat, serupa dengan orang yang ditangkap untuk dipenggal lehernya. Lalu setelah dilaporkan kepada raja, ternyata raja mengeluarkan lembaran catatan yang isinya memaafkan kesalahannya. Lalu dia banyak bercerita tentang tulisan dalam catatan itu, bukan melihat kepada siapa yang menggerakkan pulpen dan menuliskan catatan itu. Tentu saja ini suatu kebodohan. Siapa yang tahu bahwa pulpen tidak mempunyai kekuasaan hukum, tentu dia kan berterimakasih kepada orang-orang yang telah menggunakan pulpen itu, bukan kepada pulpennya. Semua makhluk di dalam kekuasaan Khaliq, lebih nyata daripada sekedar pulpen di tangan orang yang menggunakannya. Allahlah yang menciptakan segala sebab dan berkuasa untuk berbuat apa pun menurut kehendak-Nya.
Footnote:
*) Hadits tersebut di takhrij oleh Imam Ahmad (1/30), At-Tirmidzi (2/55), Al-Hakim (4/318) dari Hayah bin Syuraih: "Telah bercerita kepadaku Bakar bin 'Amer, bahwa dia mendengar Abdullah bin Hubairah, yang mengatakan bahwa Ibnu Hubairah mendengar Abu Tamim Al-Jisyani memberitahukan bahwa ia mendengar Umar bin Al-Khatab ra yang mengatakan: "Sesungguhnya dia telah mendengar Nabi saw bersabda: (lalu menyebutkan hadits di atas). Selanjutnya Imam At-Tirmidzi berkata: "Hadits ini ber-sanad shahih dan hasan." Sedangkan Imam Al-Hakim berkomentar : "Hadits tersebut shahih dipandang dari segi sanad-nya." Pernyataan senada juga ditegaskan oleh Adz-Dzahabi. Al-Albani berkomentar: Sebenarnya hadits di atas adalah shahih sesuai syarat Imam Muslim. Karena perawi-perawinya adalah perawi yang dipakai oleh Asy-Syaikhain, kecuali Ibnu Hubairah dan Abu Hatim, kedua perawi yang akhir ini adalah perawi Iman Muslim. Hadits di atas juga memiliki hadits mutabi' riwayat Ibnu Luhai'ah dari Ibnu Hubairah. Hadits di atas juga di-takhrij Imam Ahmad (1/52) dan Ibnu Majah (hadits no. 4164). Menurut Ibnu Majah, dia mendapat hadits tersebut dari riwayat Abdullah bin Wahab, yang juga ber-sanad shahih. (Syaikh Muhammad Nashiruddin A-Albani, "Silsilah Hadits Shahih" jilid 2, Pustaka Mantiq, 1996, Hal: 132-133)
Dikutip dari: Al-Imam Asy-Syeikh Ahmad bin Abdurrahman bin Qudamah Al-Maqdisy, "Muhtashor Minhajul Qoshidin, Edisi Indonesia: Minhajul Qashidhin Jalan Orang-orang yang Mendapat Petunjuk", penerjemah: Kathur Suhardi, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta Timur, 1997, hal. 423-431

Tanda-Tanda Sakit Hati Dan Mengembalikannya Agar Sehat Kembali Serta Cara Mengetahui Orang Lain Dan Aib Dirinya

Ibnu Qudamah

Halaman satu dari dua tulisan
Pengantar:
Ibnu Qudamah pengarang kitab fikih Al-Mughni telah meringkas kitab Minhajul Qoshidin karya Abul Faraj bin Jauzi (Ibnu Jauzi). Kitab ini penuh berisi nasehat yang disajikan berdasarkan kepada dalil-dalil syar'i dengan memperhatikan keshahihan hadits, seperti diterangkan dalam muqodimahnya. Boleh jadi mushanif (pengarang) tidak mencantumkan, Allah berfirman... atau Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam bersabda..., akan tetapi tamsil dan untaian kalimatnya yang penuh hikmah merupakan pengejawantahan dari qur'an dan sunnah itu sendiri. Jadi kalau kita cari bisa kita dapatkan sederet dalil yang mendukung hujjah (argumentasi)nya. Di sisi lain kitab ini sampai pada kita lewat tangan dua ulama salaf ahlus sunnah yang diakui keilmuannya, hingga cukuplah kiranya untuk memberi kita kemantapan dalam menerima nasehatnya. Saya sampaikan ini karena saya dengar ada di antara kita yang ragu-ragu dalam mengambil hikmah dari kitab ini. Berikut ini adalah sekelumit nasehat yang saya ambil dari kitab tersebut. Boleh jadi ia menjadi obat mujarab bagi yang membutuhkan kendati saya sendiri tak kuasa menelannya. Agar tidak terlalu panjang saya potong jadi dua. (ALS)

Setiap anggota badan manusia diperuntukkan untuk tugas yang khusus. Adapun tanda sakitnya ialah ketidakmampuannya melaksanakan tugas itu, atau tugas itu bisa dilaksanakan dalam keadaan kacau. Tangan yang sakit terlihat dari ketidakmampuannya memegang. Mata yang sakit terlihat dari ketidakmampuannya melihat. Hati yang sakit terlihat dari ketidakmampuannya melaksanakan tugas khusus yang karenanya ia diciptakan, yaitu ilmu, hikmah, ma'rifat, mencintai Allah dan beribadah kepada-Nya serta mementingkan semua ini daripada setiap bisikan nafsu.
Orang yang mengetahui segala sesuatu, tetapi tidak mengetahui Allah, seakan-akan dia tidak mengetahui sesuatu pun.
Tanda ma'rifat adalah cinta. Siapa yang mengetahui Allah tentu mencintai-Nya. Adapun tanda cinta adalah tidak mementingkan sesuatu dari sekian banyak hal-hal yang dicintainya daripada Allah. Siapa yang lebih mementingkan sesuatu yang dicintainya daripada cintanya kepada Allah, berarti hatinya sakit, sebagaimana perut yang yang lebih suka memakan tanah daripada roti, maka perutnya tidak beres alias sakit.
Penyakit hati ini tersembunyi. Boleh jadi pemiliknya tidak tahu, karena itu dia mengabaikannya. Kalau pun tahu, mungkin dia tidak sabar menanggung pahitnya obat, karena obatnya adalah menentang nafsu. Kalaupun dia sabar, belum tentu dia mendapatkan dokter yang bisa mengobatinya. Dokter di sini adalah para ulama. Sementara penyakit pun sudah menjangkiti mereka. Dokter yang sakit jarang yang mau mengobati orang lain yang sakit, sehingga penyakit menjadi menyebar kemana-mana dan ilmu pun hilang, obat hati dan penyakit hati sama-sama dibiarkan, manusia hanya sekedar melakukan ibadah-ibadah zhahir, sedangkan di dalam batinnya hanya sekedar tradisi. Inilah yang disebut tanda sumber penyakit.
Untuk mengetahui keadaan agar segar kembali setelah berusaha melakukan pengobatan ialah dengan melihat jenis penyakitnya. Pengobatan penyakit kikir ialah dengan mengeluarkan harta, tapi tidak perlu berlebih-lebihan dan boros. Penyakit lain dengan pengobatannya sendiri-sendiri, seperti panas dengan dingin agar tidak semakin panas dan tidak menjadi terlalu dingin, agar tidak menjadi penyakit baru. Yang dituntut adalah jalan tengah.
Jika engkau ingin melihat jalan tengah ini, lihatlah kepada dirimu sendiri. Jika menumpuk harta dan mempertahankannya lebih engkau sukai dan lebih mudah daripada mengeluarkannya sekalipun kepada orang yang berhak, maka ketahuilah bahwa yang ada pada dirimu adalah sifat kikir. Maka obatilah jiwamu dengan mengeluarkan harta itu. Jika mengeluarkan harta itu kepada orang, yang lebih engkau sukai, maka tahanlah sedikit harta itu, karena yang ada pada dirimu adalah pemborosan. Janganlah engkau lebih condong untuk mengeluarkan harta atau menahannya. Buatlah harta itu mengalir seperti air di sisimu. Engkau tidak menuntut air itu untuk berhenti bukan untuk suatu keperluan, atau mengalirkannya secara deras untuk orang yang memerlukannya. Setiap hari yang bisa seperti itu akan mendatangi Allah dalam keadaan selamat.
Seseorang harus terbebas dari segala akhlak (jelek), agar dia tidak mempunyai hubungan dengan sesuatu pun dari keduniaan, agar jiwa dapat meninggalkan dunia dalam keadaan memutuskan hubungan dengannya, tidak menoleh kepadanya dan tidak mengharapkannya. Pada saat itu dia akan kembali kepada Rabb-nya sebagaimana kembalinya jiwa yang muthma'inah.
Karena jalan tengah yang hakiki antara dua sisi itu cukup sulit dideteksi, bahkan lebih lembut daripada sehelai rambut dan lebih tajam daripada pedang, maka tidak aneh siapa yang bisa melewati jalan yang lurus ini di dunia, tentu akan bisa melewati jalan ini pula di akherat. Karena sulitnya istiqomah, maka hamba diperintahkan membaca, "Ihdinash-shirathal-mustaqim" beberapa kali setiap hari. Siapa yang tidak sanggup istiqamah, hendaklah dia berusaha mendekati istiqamah, karena keselamatan itu hanya dengan amal shalih. Sementara itu, amal yang shalih tidak keluar kecuali dari akhlak yang baik. Maka hendaklah setiap hamba mencari sifat dan akhlaknya sendiri, hendaklah mengobati satu persatu dan hendaklah bersabar dalam masalah ini (karena dia akan mendapatkan keadaan yang enak seperti halnya anak kecil yang tadinya enggan disapih, tapi lama-kelamaan dia merasa enaknya di sapih. Bahkan andaikan dia ditawari untuk menyusu lagi, tentu dia akan menolaknya). Siapa yang menyadari umur yang pendek jika dibanding dengan kehidupan akherat yang panjang, maka dia akan berani menanggung beratnya perjalanan selama beberapa hari, untuk mendapatkan kenikmatan yang abadi.
Dikutip dari: Al-Imam Asy-syeikh Ahmad bin Abdurrahman bin Qudamah Al-Maqdisy, "Muhtashor Minhajul Qoshidin, Edisi Indonesia: Minhajul Qashidhin Jalan Orang-orang yang Mendapat Petunjuk", penerjemah: Kathur Suhardi, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta Timur, 1997, hal. 193-195.

 

Riya Termasuk Syirik Kecil

Syeikh Sulaiman bin Abdullah

A. WASPADA TERHADAP RIYA
Keterangan beberapa hadits:
"Sesuatu yang paling aku khawatirkan menimpa kamu sekalian ialah syirik paling kecil. Maka beliau ditanya tentang itu. Beliau berkata: Riya" (HR. Ahmad)
Hadits tersebut disitir oleh syeikh Muhammad bin Abdul Wahab (dalam kitab Tauhid) tanpa mengulas panjang lebar. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Thabrani, Ibnu Abid Dunya dan Baihaqi di dalam Az Zahdu.
Berikut ini lafaz Ahmad: Yunus menceritakan kepadaku, menceritakan kepadaku Laits dari Yazid, yakni Ibnu Ilhad, dari Amru dari Mahmud bin Labid.
"Bahwa Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan menimpa kamu sekalian ialah syirik yang paling kecil. Mereka bertanya: Apakah itu syirik yang paling kecil ya Rasulullah? Beliau menjawab: Riya! Allah berfirman pada hari kiyamat, ketika memberikan pahala terhadap manusia sesuai perbuatan-perbuatannya: Pergilah kamu sekalian kepada orang-orang yang kamu pamerkan perilaku amal kamu di dunia. Maka nantikanlah apakah kamu menerima balasan dari mereka itu."
Sabda beliau: Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan menimpa kamu sekalian ialah syirik yang paling kecil. Ini karena kasihnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam terhadap ummat dan belasnya kepada mereka dan memperingatkan terhadap apa yang ditakutkan yang akan merongrong ummatnya. Maka kebaikanlah bagi manusia setelah ditunjukkan oleh beliau karena waspada dan khawatir terhadap riya itu.
Nabi saw bersabda:
"Allah tidak membangkitkan seorang pun Nabi kecuali benar adanya, menunjukkan ummatnya kepada kebaikan yang diketahuinya untuk mereka dan melarang mereka itu terhadap kejahatan yang diketahuinya."

B. GODAAN RIYA
Dan tatkala jiwa-jiwa berambisi tertarik kepada wibawa dan kedudukan di dalam hati manusia -kecuali tentunya jiwa orang-orang yang diselamatkan oleh Allah, tidak ambisius- ini adalah godaan yang paling dikhawatirkan oleh orang-orang shaleh, karena kuatnya godaan kepadanya, sedangkan orang yang terpelihara ialah barangsiapa yang dipelihara oleh Allah.
Hal yang serupa ini, berbeda dengan ajakan kepada syirik besar, karena godaan ini adakalanya tidak tergores di dalam hati orang-orang mukmin yang sempurna, dan oleh sebab itu terdapatnya mereka dalam neraka lebih gampang lagi daripada kekufuran. Adakalanya godaan ke sana adalah lemah, ini beserta keselamatan. Dan adakalanya dengan bala bencana, maka Allah menetapkan mereka yang beriman dengan kemantapan dalam kehidupan dunia dan akherat.
Sedangkan orang-orang yang zalim itu adalah menyesatkan dirinya sendiri dan Allah memperbuat apa-apa yang dikehendakinya. Justru itulah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam sangsi dan kuatir terhadap ummatnya tergoda oleh riya, lebih sangat karena kuat daya tariknya, bisa tergiur karena banyaknya daripada syirik besar.
Bersamaan dengan itu, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memberitahukan bahwa pasti terjadi penyembahan berhala di kalangan ummatnya. Lalu beliau memperingatkan, bahwa seyogyanya bagi manusia takut dirinya ditimpa oleh syirik besar, sedangkan orang-orang yang shaleh khawatir terhadap syirik yang paling kecil, karena semuanya itu mengurangi iman dan maksiat kepada Allah, ini kehendak dari syeikh kita (Muhammad bin Abdul Wahab). Beliau juga menyimpulkan bahwa di dalamnya terdapat keterangan bahwa riya itu adalah termasuk syirik, dan walaupun terkecil namun ditakuti menimpa orang-orang yang shaleh dan didalamnya terdapat pendekatan syurga dan neraka, seakan-akan berbarengan keduanya: Amal sama macamnya, rupanya juga sama, lagi mirip.
Dikutip dari: Syeikh Sulaiman bin Abdullah bin Muhammad bin Abul Wahhab, "Taisirul 'azizil hamid fi syarhi kitabit tauhid ,Edisi Indonesia: Ketuhanan Yang Maha Esa Menurut Islam", penerjemah: Drs. Ja'far Soejarwo., Al Ikhlas, Surabaya, 1986, hal. 152-153,

Riya Lebih Tersembunyi Daripada Rambatan Semut

Al-Imam Asy-syeikh Ahmad bin Abdurrahman bin Qudamah Al-Maqdisy (Ibnu Qudamah)

Pengantar:
Duhai betapa beruntung pembaca e-mail ini dan betapa rugi penulisnya. Antum mendapatkan air jernih darinya sementara penulisnya mendapat air keruh. Tapi inilah perdagangan yang saya tawarkan. Bila hati pembaca lebih bersih maka itulah yang diharapkan, dengan tanpa terkotorinya hati penulis tentunya. Bila yang terjadi adalah sebaliknya maka Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah tempat meminta pertolongan, dan segala kebaikan yang ada berasal dari Allah Yang Maha Tunggal semata.
Al-'alamah Ibnu Qudamah memberikan uraian tentang Riya', Hakekat, Pembagian dan Celaannya, termasuk keterangan riya' yang menggugurkan amal dan yang tidak, obat dan cara mengobati riya' dan sebagainya. Uraiannya yang berdasar keterangan dari qur'an dan sunnah cukup jelas, dapat membuat takut orang yang terlalu beharap hingga meremehkan dan memberikan harapan kepada orang yang terlalu takut. Berikut ini saya kutipkan beberapa paragraf dari nasehat beliau yang bisa di jadikan perhatian agar kita bisa hati-hati, karena ini masalah hati. (ALS)

Ketahuilah bahwa kata riya' itu berasal dari kata ru'yah (melihat), sedangkan sum'ah (reputasi) berasal dari kata sami'a (mendengar). Orang yang riya' menginginkan agar orang-orang bisa melihat apa yang dilakukannya.
Riya' itu ada yang tampak dan ada pula yang tersembunyi. Riya' yang tampak ialah yang dibangkitkan amal dan yang dibawanya. Yang sedikit tersembunyi dari itu adalah riya' yang tidak dibangkitkan amal, tetapi amal yang sebenarnya ditujukan bagi Allah menjadi ringan, seperti orang yang biasa tahajud setiap malam dan merasa berat melakukannya, namun kemudian dia menjadi ringan mengerjakannya tatkala ada tamu di rumahnya. Yang lebih tersembunyi lagi ialah yang tidak berpengaruh terhadap amal dan tidak membuat pelaksanaannya mudah, tetapi sekalipun begitu riya' itu tetap ada di dalam hati. Hal ini tidak bisa diketahui secara pasti kecuali lewat tanda-tanda.
Tanda yang paling jelas adalah, dia merasa senang jika ada orang yang melihat ketaatannya. Berapa banyak orang yang ikhlas mengerjakan amal secara ikhlas dan tidak bermaksud riya' dan bahkan membencinya. Dengan begitu amalnya menjadi sempurna. Tapi jika ada orang-orang yang melihat dia merasa senang dan bahkan mendorong semangatnya, maka kesenangan ini dinamakan riya' yang tersembunyi. Andaikan orang-orang tidak melihatnya, maka dia tidak merasa senang. Dari sini bisa diketahui bahwa riya' itu tersembunyi di dalam hati, seperti api yang tersembunyi di dalam batu. Jika orang-orang melihatnya, maka bisa menimbulkan kesenangannya. Kesenangan ini tidak membawanya kepada hal-hal yang dimakruhkan, tapi ia bergerak dengan gerakan yang sangat halus, lalu membangkitkannya untuk menampakkan amalnya, secara tidak langsung maupun secara langsung.
Kesenangan atau riya' ini sangat tersembunyi, hampir tidak mendorongnya untuk mengatakannya, tapi cukup dengan sifat-sifat tertentu, seperti muka pucat, badan kurus, suara parau, bibir kuyu, bekas lelehan air mata dan kurang tidur, yang menunjukkan bahwa dia banyak shalat malam.
Yang lebih tersembunyi lagi ialah menyembunyikan sesuatu tanpa menginginkan untuk diketahui orang lain, tetapi jika bertemu dengan orang-orang, maka dia merasa suka merekalah yang lebih dahulu mengucapkan salam, menerima kedatangannya dengan muka berseri dan rasa hormat, langsung memenuhi segala kebutuhannya, menyuruhnya duduk dan memberinya tempat. Jika mereka tidak berbuat seperti itu, maka ada yang terasa mengganjal di dalam hati.
Orang-orang yang ikhlas senantiasa merasa takut terhadap riya' yang tersembunyi, yaitu yang berusaha mengecoh orang-orang dengan amalnya yang shalih, menjaga apa yang disembunyikannya dengan cara yang lebih ketat daripada orang-orang yang menyembunyikan perbuatan kejinya. Semua itu mereka lakukan karena mengharap agar diberi pahala oleh Allah pada Hari Kiamat.
Noda-noda riya' yang tersembunyi banyak sekali ragamnya, hampir tidak terhitung jumlahnya. Selagi seseorang menyadari darinya yang terbagi antara memperlihatkan ibadahnya kepada orang-orang dan antara tidak memperlihatkannya, maka di sini sudah ada benih-benih riya'. Tapi tidak setiap noda itu menggugurkan pahala dan merusak amal. Masalah ini harus dirinci lagi secara detail.
Telah disebutkan dalam riwayat Muslim, dari hadits Abu Dzarr Radliyallahu Anhu, dia berkata, "Ada orang yang bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat engkau tentang orang yang mengerjakan suatu amal dari kebaikan dan orang-orang memujinya?" Beliau menjawab, "Itu merupakan kabar gembira bagi orang Mukmin yang diberikan lebih dahulu di dunia."
Namun jika dia ta'ajub agar orang-orang tahu kebaikannya dan memuliakannya, berarti ini adalah riya'.
Dipetik dari: Al-Imam Asy-syeikh Ahmad bin Abdurrahman bin Qudamah Al-Maqdisy , "Muhtashor Minhajul Qoshidin, Edisi Indonesia: Minhajul Qashidhin Jalan Orang-orang yang Mendapat Petunjuk", penerjemah: Kathur Suhardi, Pustaka al-Kautsar, Jakarta Timur, 1997, hal. 271-286.

Siapa Yang Mencaci Masa Maka Dia Telah Menyakiti Allah

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab

Firman Allah Ta'ala (artinya):
"Dan mereka berkata: 'Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup; dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa', dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja." (Al-Jatsiah: 24)
Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Allah Ta'ala berfirman: "Manusia menyakiti Aku: dia mencaci maki masa, padahal Aku adalah Pemilik dan Pengatur masa, Aku-lah yang mengatur malam dan siang menjadi silih berganti"."
Disebutkan dalam riwayat lain: "Janganlah kamu mencaci masa karena Allah sesungguhnya adalah Pemilik dan Pengatur masa."
Orang-orang jahiliyah, kalau mereka tertimpa suatu musibah, bencana atau malapetaka, mereka mencaci masa. Maka Allah melarang hal tersebut, karena yang menciptakan dan mengatur masa adalah Allah Yang Maha Esa. Sedangkan menghina pekerjaan seseorang, berarti menghina orang yang melakukan pekerjaan itu. Dengan demikian, mencaci masa berarti mencela dan menyakiti Allah sebagai Pencipta dan Pengatur masa.
Kandungan tulisan ini:
  1. Dilarang mencaci masa.
  2. Mencaci masa disebut menyakiti Allah.
  3. Perlu direnungkan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam: "Karena Allah sesungguhnya adalah Pemilik dan Pengatur masa." Sabda beliau itu menunjukkan bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini adalah dengan takdir Allah, karena itu wajib bagi seorang muslim untuk beriman dengan qadha' dan qadar, yang baik maupun yang buruk, yang manis maupun yang pahit.
  4. Mencaci, mungkin saja, dilakukan seseorang tanpa bermaksud demikian dalam hatinya.
Dikutip dari buku: "Kitab Tauhid" karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.
Penerbit: Kantor Kerjasama Da'wah dan Bimbingan Islam, Riyadh 1418 H.

MOTTO





Apabila anda berpikir kalah, maka anda akan kalah apabila anda berpikir tidak berani maka tidak akan berani. Apabila anda ingin menang tapi tidak merasa yakin, boleh dikatakan anda tidak akan menang. Apabila anda berpikir untuk rugi, anda telah rugi.
Karena di dunia ini kita temukan sukses dimulai dari segalanya dalam pikiran. Apabila anda menganggap diri anda unggul, maka akan menjadi unggul. Anda harus bercita-cita tinggi untuk bangkit. Anda harus yakin terhadap diri sendiri sebelum anda dapat memenangkan suatu hadiah.
Perjuangan hidup tidaklah senantiasa memihak pada yang lebih kuat atau yang lebih cepat tapi cepat atau lambat sang pemenang adalah orang yang berpikir dia pasti menang.

Kuraih sukses ditengah-tengah
Hempasan badai
Setiap kesulitan akan ada kemudahan dan kebahagiaan.

Kupersembahkan buah tangan ini
sebagai bentuk cinta dan pengabdianku kepangkuan Ayahandaku (Almarhum)
dan Ibunda serta  Kakak-kakakku tercinta yang selalu berdoa untuk keselamatanku
yang mencintai dan menyayangiku dengan tulus dan ikhlas yang telah rela
berkorban demi kesuksesanku




Rabu, 28 September 2011

Kebenaran itu Sederhana

''Kebenaran itu sederhana!" Ini bukan kata-kata saya melainkan kata Anand Khrisna. Kata itu ia tulis sebagai pembelaan ketika Majalah Tempo lengkap dengan Pemimpin Redaksinya sedang diancam hukuman. Jadi, kalau boleh saya menerjemahkan, dalam kasus Majalah Tempo itu, tak sulit menentukan siapakah pihak yang salah dan siapa yang benar. Saya setuju. Tidak dibutuhkan kecerdasan tinggi untuk merasakan kebenaran. Kebenaran menjadi sulit ketika pihak-pihak lain campur tangan, termasuk hukum dan pasal-pasal. Maka muncullah cabang-ccabang kebenaran lain yang membingungkan. Di antara banyak cabang itu ada tiga :

cabang pertama yang harus diwaspadai. Pertama benar menurut diri sendiri, kedua benar menurut banyak orang, ketiga benar menurut hukum. Ketiga kebenaran ini sungguh masih rawan bahaya. Bagaimana mau percaya kepada diri sendiri jika terhadap mutu diri sendiri pun kita ini ragu-ragu. Bagaimana kalau kita ternyata bodoh belaka. Bagaimana kalau kita ini tidak cuma bodoh, tapi juga jahat. Sudah goblok, jahat pula. Maka bagaimana mungkin kebenaran versi si bodoh dan si jahat ini bisa dipercaya.

Kebenaran kedua, kebenaran versi orang banyak adalah juga kebenaran yang rawan pembengkokkan. Terutama ketika orang itu, meksipun banyak, tapi berasal dari budaya gerombolan, watak mobokrasi, gerudukisme dan gemar main keroyok. Kemenangan orang-orang ini pasti bukan karena kebenarannya, melainkan karena keroyokannya itu. Ada kebenaran yang dibenarkan karena backing, karena kekuasaan dan tekanan. Kebenaran berbasis ketakutan semacam ini pasti sulit disebut kebenaran.

Ketiga, kebenaran versi hukum, ini juga rawan godaan. Terutama jika memang kebenaran ini berasal dari hukum yang tergoda, tergoda tekanan, tergoda uang, dan tergoda jual beli perkara. Apakah semua itu kenyataan asing bagi kita? Tidak. Dan hebatnya, untuk merasakan hukum yang ganjil ini, manusia tidak membutuhkan bukti-bukti yang nyata, tapi cukup dengan instink mereka. Jadi instink itulah kata kuncinya. Untuk merasakan kebenaran, manusia cuma butuh instink. Dan jika cuma ini modalnya, manusia tak perlu menjadi ahli hukum, intelektual atau ahli meditasi. Tapi kebenaran yang bisa dideteksi instink ini datang dari jenis yang ke empat: bukan kebenaran diri sendiri, kebenaran orang banyak,
kebenaran hukum, melainkan kebenaran itu sendiri.

Kebenaran jenis ke empat itulah yang disebut Anand Khrisna sebagai sederhana, tak butuh kecerdasan tinggi untuk merasakannya, orang awam dan jenis orang-orang lugu pun sanggup denan cepat merasakannya. Karena inilah kebenaran yang betapapun bagus bungkusnya, jika isinya tak lebih dari kebohongan, akan muncul lewat gerak mata, lewat bahasa tubuh, dan lewat alasan yang aneh-aneh. Alasan itu, karena anehnya, sering menjadi terlalu besar,
terlalu indah dan terlalu mengada-ada. Itulah kenapa siapa bermulut manis, pasti malah menimbukan rasa curiga. Itulah kenapa orang yang sok akrab, malah menyebalkan, itulah
kenapa orang yang hendak menipu malah begitu sopan tindak tanduknya, itulah kenapa orang yang gemar ingkar, justru adalah orang yang gemar berjanji, orang yang ngotot minta dipercayai, adalah orang yang punya bakat besar mengkhianati, itulah kenapa orang yang tercemar, bisa menggugat balik pembuka aibnya.
Inilah kenapa kebenaran itu dianggap sebagai barang yang
mudah dan sederhana, karena apapun bungkusnya, selalu
tampak begitu jelasnya.
===================================================

kata mutiara 3


Barang siapa yang tidak betah bersama Allah di tengah-tengah manusia dan betah  dengan-Nya ketika sendirian, maka ia adalah seorang jujur yang lemah.
Barang siapa yang betah bersama Allah di tengah-tengah manusia dan tidak betah dengan-Nya ketika sendirian, maka ia adalah orang yang sakit.
Barang siapa yang tidak betah bersama Allah de tengah-tengah manusia  dan tidak betah dengan-Nya ketika sendirian, maka ia adalah bangkai yang perlu disingkirkan.
Barang siapa yang betah bersama Allah di tengah-tengah manusia dan betah bersama-Nya ketika sendirian, maka ia adalah seorang jujur yang kuat.

Membuang waktu lebih berbahaya daripada kematian, karena membuang waktu akan memutuskan hubungan dengan Allah dan negeri akhirat. Sedang kematian memutuskanmu dengan dunia dan penghuninya.

Keuntungan terbesar dalam dunia adalah engkau menyibukan diri setiap saat dengan berbagai kegiatan yang lebih bermanfaat untuk akhiratmu. Dan, tidak disebut berakal orang yang menjual surga bersama seluruh isinya dengan hawa nafsu sesaat.

Barang siapa yang mengenal dirinya, maka ia akan sibuk memperbaikinya dengan tidak memperdiulikan cacat dan aib orang lain. Dan, barang siapa yang mengenak Rabbnyamaka ia akan sibuk beribadah dangan meninggalkan ajakan hawa nafsunya.

Amal yang paling bermanfaat adalah amal yang engkau lakukan dengan ikhlas yang engkau menyembunyikan dari orang lain  dan dari dirimu sendiri dengan memandang bahwa hal itu adalah karunia Allah.

                 Lima macam meninggalkan Al Qur’an 
1)      Tidak mau mendengar dan mengimaninya.
2)      Tidak mengamalkannya dan tidak mematihi apa yang dihalalkan dan diharamkan,padahal ia membaca dan mengimaninya.
3)      Menokal menjadikannya sebagai hukum dan undang-undang serta pemutus segala perkara danberanggapan bahwaAl Qur’an tidak melahirkan ilmu.
4)      Enggan untuk mentadaburi dan memahaminya dan enggan untuk mengenali maksudnya.
5)      Tidak mau menjadikannya sebagai obat penawar penyakit hati.

Kawan sejati



Kawan sejati ialah orang yang mencintaimu meskipun
telah mengenalmu dengan sebenar-benarnya yaitu baik
dan burukmu.
Sabar adalah jalan keluar bagi orang yang tidak bisa
menemukan jalan keluar.
Kepala yang tidak mempunyai fikiran sama halnya dengan
sebuah benteng yang tidak dibela.
Jika dunia ini persinggahan, mengapa tidak kita
tanyakan bekalan untuk meneruskan perjalanan? karena
kita cuma ada satu persinggahan.
Apabila bicara itu perak,diam adalah emas....
Jagalah dirimu baik-baik, usahakanlah kemuliannya,
karena engkau dipandang manusia bukan karena rupa
tetapi kesempurnaan budi dan adab Nabi SAW.
Setiap yang kita lakukan biarlah jujur karena
kejujuran itu terlalu penting dalam sebuah kehidupan.
Tanpa kejujuran hidup senantiasa menjadi mainan orang.
Mengherankan sekali orang yang mencuci wajahnya
berkali kali dalam sehari, tetapi tidak mencuci
hatinya walaupun sekali setahun.
file:///J|/donlodan/kawan%20sejati.txt (1 of 4)26/04/2005 20:42:25
Search
Yahoo! Mail - gunturbesar@yahoo.com
Barangsiapa menyebarluaskan berita-berita kekejian
yang didengernya, maka dia seperti pelakunya.
Keikhlasan mempunyai kekilauan dan sinar, meskipun
ribuan mata tidak melihatnya.
Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya,
sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula
tertarik kepada kekayaaanya karena kekayaan dapat
musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat
membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat
membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah.
Jangan memberi makanan kepada orang lain yang anda
sendiri tidak suka memakannya.
Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita
miliki sampai kita kehilanganya, tetapi sungguh benar
pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita
miliki sampai kita mendapatkannya.
Musibah dalam harta lebih ringan daripada musibah
dalam kehormatan.
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika bertemu
seseorang yang sangat berarti dan mendapati pada
akhirnya bahwa tidak demikian adanya harus
melepaskannya pergi.

Hari ini milikku


Genggamlah hari lalu sebagai saksi yang adil
Keberadaanmu hari ini kan menjadi bukti

Kalau kemarin kau telah membuat kejelekan
Gandakan kebajikan hari ini, maka kau akan terpuji
Jangan menunda kebaikan hari ini hingga esok
Boleh jadi hari esok datang, kau telah pergi

Hari-harimu bila dipergunakan
Kan mendatangkan kebaikan
Hari yang telah berlalu
Tak akan pernah kembali lagi…

       (abdul wahid muallim)

bakat


                                 BAKAT SECARA UMUM

  • RELATING TALENTS,terdiri dari tema tema yang umumnya secara efektif menciptakan,membangun dan mempertahankan hubungan.Tema tema ini  menggambarkan bagaimana seseorang mendekati orang lain dan bagaimana seseorang menanggapi orang lain yang mendekatinya. Bakat ini memberi perbedaan bagaimana seseorang secara alami membentuk hubungan pribadi,atau menunjukkan cara cara unik bagaimana dia menciptakan hubungan dan pola yang dipilih untuk mempertahankan hubungan tersebut


RT 1. COMMUNICATION,  mudah sekali mengungkapkan apa yang dipikirkannya dengan kata kata yang mudah dimengerti.
      • Sejak saat dia berbicara, AA sangat popular karena dia pandai bercerita. Di SMA, dia memimpin tim debat.
      • Dia bisa mengangkat topik yang kering dan membuatnya menarik dengan bumbu bumbu yang menarik dengan warna warni
      • Hasrat untuk menjelaskan, menjamu, menulis atau berbicara dimuka umum merupakan tanda bakat COMMUNICATION
      • Memberikan angin segar kedalam idea yang statis dengan mengubah kejadian kejadian biasa menjadi cerita yang menarik perhatian orang.


RT 2. EMPATHY, dapat merasakan perasaan orang lain dengan cara membayangkan dirinya sebagai orang lain itu.
      • Pada saat  memasuki ruangan Hendra dapat mengetahui apa yang anda rasakan hari ini. Ketika ada murid baru, dia tahu kalau anak itu sedang merasa diacuhkan, dia akan selalu mengenalkan dirinya untuk membantu murid baru tersebut merasa diterima dalam lingkungan yang baru.
      • Seseorang yang berbakat Empathy, bisa mengerti emosi yang sedang dialami seseorang, walaupun dia tidak selalu perlu setuju  dengan perasaan orang tersebut. Pada saat yang sama, meskipun dia tidak terjebak dalam frustrasi, marah atau kesedihan seseorang, dengan menggunakan “radar emosi”nya dia dapat menterjemahkan perasaan suasana hati seseorang setiap saat





RT3. HARMONY, dapat bekerja sama secara baik dengan orang lain
      • Andri tidak mampu menghadapi konflik, setiap kali dia merasakan adanya perbedaan pendapat atau perdebatan, dia akan menaruh perhatian terhadap apa yang pernah terucapkan, memperhatikan apa yang terjadi dan berusaha mendamaikan dengan menunjukkan adanya kesamaan dari keduabelah fihak
      • Pecinta damai, orang yang memiliki bakat Harmony, akan mengalihkan perhatiannya kepada orang lain dan pada umumnya mereka yang berbakat Harmony khususnya sensitive terhadap nada dari suara, suasana perasaan hati orang lain
      • Karena sedikit manfaat yang dapat diambil dari ketidaksetuju-an , maka hal tersebut harus ditekan sekecil mungkin

RT4. INCLUDER, kecenderungan untuk menerima semua orang dan selalu berusaha agar semua orang mempunyai rasa memiliki kelompok
      • Setiap saat Daniel menyelenggarakan pesta, pesertanya semakin banyak saja. Bahkan setelah undangannya ditambahpun dia harus mengundang lebih banyak orang lagi, dan selalu ada jalan untuk menyediakan tambahan tempat lebih
      • Inclusiveness adalah filosofi kehidupan. Membuat semua orang merasa  bagian dari kelompok adalah penting, karena semua orang akan merasakan manfaat dari dukungan orang lainnya

RT5. INDIVIDUALIZATION, melihat keunikan dari masing masing orang secara individual bukan secara kelompok.
      • Hadiah yang diberikan oleh Sarjana selalu dapat diterima dengan baik dan menyenangkan , seakan akan dia tahu apa yang dibutuhkan seseorang
      • Orang yang berbakat Individualization dapat mengajukan pertanyaan yang tepat dalam mengumpulkan informasi dan menguji apakah pendapatnya mengenai bakat, keterbatasan dan suasana perasaan seseorang cocok
      • Merupakan Pengamat dan Pendengar yang baik, mereka mengumpulkan informasi dan insight yang akan digunakannya belakangan.
      • Sikap menyamaratakan orang dibuang jauh jauh karena perbedaan dari masing masing orang, merupakan kualitas yang jelas yang membedakan kekhususan masing masing orang  yang peru mendapatkan  perhatian .






RT6. RELATOR, menikmati hubungan yang dekat dengan orang lain secara pribadi
      • Yani, selalu bisa terlihat bersama kelompok dekatnya yang bertiga itu. Mereka belajar , makan siang dan menonton bersama
      • Tertarik menuju orang yang sudah dikenalnya merupakan tanda dari bakat Relator, memiliki hubungan yang dalam dengan beberapa teman dekat lebih penting dari pada memiliki puluhan teman.
      • Memupuk hubungan dekat dengan beberapa orang lebih penting  daripada menyebut teman kepada semua yang ditemui


RT7. RESPONSIBILITY, secara psikologi merasa berhutang untuk memenuhi apa yang telah dijanjikannya baik terucapkan maupun tidak.
      • Tidak perduli betapa sulitnya tugas yang diberikan,apabila Meliana menerima tugas tersebut maka dia akan laksanakan dengan sepenuh hati, kalau dia tahu bahwa perusahaannya membutuhkan software aplikasi yang tepat, maka walaupun dia tidak menguasai komputer dia akan mencari orang yang mampu dan penuh tanggung jawab
      • ”commitment” dan ”follow through” adalah kata lain dari Responsibility
      • setiap tugas, besar atau kecil, harus dilaksanakan, mengerjakannya setengah hati tidaklah mungkin.
      • Salah langkah, mengabaikan yang rinci  tidak bisa diterimanya
      • Dapat diandalkan, hasrat untuk dapat diandalkan dan bukan menyalahkan orang lain adalah cirinya












  • IMPACTING TALENTS, tema tema bakat yang terkandung didalamnya  dapat memotivasi orang lain orang lain untuk beraksi, bakat bakat ini mendorong seseorang untuk menyiapkan jalan untuk dikuti oleh seseorang maupun kelompok kemudian membuatnya bergerak sepanjang jalan tersebut. Mereka yang memiliki bakat bakat ini akan merangsang orang lain untuk lebih produktif, untuk menggapai kesempurnaan and untuk memaksimalkan potensi pribadi                          


IT1. COMMAND, ingin menjadi penanggung jawab dan yang lain kadang melihatnya sebagai  ” suka mendesak/memaksa”
      • Djoko  dikenal sebagai jenderalnya....
      • Mengambil alih situasi, memaksa orang lain melihat caranya melakukan sesuatu, dan tidak akan berhenti sampai dia puas atas hasil kerja menurut cara nya tersebut.
      • Tidaklah heran, mereka yang berselera Command cenderung untuk mengambil alih tanggung jawab dan mereka ini tidak sungkan untuk memaksakan keinginannya dengan sikap ” saya akan membuat anda bertindak” terhadap orang lain


IT2. COMPETITION, suka mengukur kemajuannya dengan orang lain dan dalam perlombaan selalu berusaha menjadi nomor satu.
      • ”rangking berapa yang  kau didapatkan pada ujian yang lalu?” merupakan pertanyaan yang selalu timbul pada diri Andy setiap saat menerima hasil ujian untuk membandingkan dirinya dengan orang lain. Pikirannya adalah ”saya harus lebih baik dari orang lain” karena sasaran Andy adalah mengalahkan rekan rekannya
      • Competition berakar pada perbandingan. Mereka yang berkompetisi nyata nyata perduli terhadap kinerja orang lainnya. Mencapai target tanpa mengalahkan orang lain terasa sebagai kemenangan yang kosong melompong dan selalu merupakan tantangan untuk menghadapi risiko dengan pikiran untuk mendapatkan hadiah











IT3. DEVELOPER, mendapatkan kepuasan dari melihat setiap kemajuan masing masing individu.
      • Rama menjadi seorang mentor karena dia sangat menyukai peran untuk membantu orang lain menggapai potensinya. Kalau anda butuh  bimbingan, dia adalah orangnya yang akan membantu anda
      • Seorang Developer bisa melihat apa dapat ditarik dari seseorang karena setiap orang merupakan ” work in progress”.
      • Membantu seseorang berkembang juga akan membuat seorang Developer berkembang juga






IT4. MAXIMIZER, kecenderungan untuk mempelajari yang terbaik dan membuat yang terbaik menjadi lebih baik lagi.
      • Sebagai Editor di surat kabar sekolah, Koes, terdorong untuk menjadi yang terbaik. Dia memilih orang yang terbaik untuk Pewawancara, Penulis, Photographer. Bahkan dia memilih printer yang lebih mahal karena hasilnya sangat bagus. Ketika surat kabarnya mendapat penghargaan, Koes terus mencari cara cara untuk memperbaiki Suratkabarnya yang sudah bagus itu
      • Sempurna, bukan rata rata, adalah ukuran seorang Maximizer dan karena usaha untuk menyempurnakan yang baik saja sudah sulit, buat apa membuang buang waktu memperbaiki yang biasa biasa ??
      • ”Kekuatan”, siapapun yang memilikinya merupakan hal yang sangat menarik baginya.










IT5. POSITIVITY, memiliki antusiasme yang menular dan dapat membuat orang lain terbakar semangatnya
      • Kalau Roy masuk kedalam ruangan, dia selalu membawa cahaya ,”Apa kabar?” adalah kata kata pertama yang keluar setiap saat dia bertemu orang yang dikenalnya. Antusias dan membawa semangat. Dia selalu membuat segalanya lebih baik dan dia tidak pernah melupakan ulangtahunnya
      • Ramah dengan pujian, cepat tersenyum merupakan salah satu cirinya, orang yang memiliki bakat ini secara spontan mencari hal hal baik dari seseorang ataupun situasi
      • Selalu berusaha berbuat yang terbaik, dan senang merayakannya membuat orang berbakat Positivity akan dikelilingi oleh banyak orang
      • Mereka membuat orang orang tertawa, merasa senang bisa  mengangkat rasa percaya diri orang lain dengan semangat dan kehangatannya

IT6. WOO, keinginan yang sangat kuat untuk mendapat pengakuan dari orang lain dan bekerja sungguh sungguh untuk mendapatkannya
      • Ucu, selalu bertutur sapa dengan semua orang yang baru ditemuinya, dia bisa menjadi juru kampanye karena mampu membangun kepercayaan dari orang yang baru saja bersalaman dengannya
      • Berkenalan dengan orang baru dikenal dan mendapatkan ”trust” dari mereka adalah tipe orang berbakat ”Woo”
      • Orang yang belum pernah mengenalnya, kalau bertemu dengan nya jarang merasa terintimidasi oleh nya, karena dia bertindak sebagai pemberi energi.












  • STRIVING TALENTS, bakat bakat yang terkandung didalamnya digunakan untuk mendorong dirinya menuju hasil, bakat bakat ini memotivasi dirinya merealisasikan sesuatu kemudian mencari hasil yang lebih baik lagi, Bakat bakat ini dapat dengan mudah menghasilkan energi yang diperlukan untuk menyelesaikan bahkan sampai pada proyek jangka panjang dan dengan cepat berpindah ke tugas tugas berikutnya. Bakat bakat ini juga merupakan motivasi yang nyata yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan tugas yang sama dengan cara yang ber beda beda, disebut juga pemacu, yang mendorong seseorang untuk bangun pagi setiap harinya  dan melakukan sesuatu. Bakat Striving ini muncul dalam berbagai kategori, beberapa merupakan self starter sedang yang lainnya memerlukan kekuatan dari luar untuk memotivasinya. Beberapa hidup didalam lingkungan yang ”genting penting” yang terdorong untuk melakukannya sesegera mungkin. Sejumlah bakat berkembang didalam lingkungan yang sangat terorganisir, terstruktur ataupun yang terbatasi oleh waktu. Tema Striving ini merupakan bahan bakar yang mendorong seseorang untuk melakukan yang terbaik, mengambil risiko dan menentukan harapan yang tinggi


ST1. ACHIEVER, punya stamina yang tinggi dan selalu bekerja keras, kepuasan hidupnya muncul dari kesibukan dan memberikan hasil
      • Harto, yang tidak pernah puas dengan apa yang diperolehnya sekarang. Targetnya dipasang tinggi tinggi agar supaya  bisa mendapatkan apa yang dia inginkan
      • Seorang Achiever yang asli menanamkan kebutuhan yang sangat mendalam untuk menghasilkan sesuatu yang nyata agar dapat merasa nyaman. Hal ini akan mendorongnya untuk berbuat lebih, mencapai lebih dan mendapatkan hasilnya


ST2. ACTIVATOR, dapat membuat sesuatunya terjadi dengan mengubah pikiran menjadi tindakan
      • Sudarso terkenal karena bersikap seperti ini ” ok, bicaranya sudah cukup, marilah kita lakukan segera”.
      • Dia tidak sabar untuk membuat sesuatunya terjadi,dia begitu yakin bahwa tindakan dan hanya tindakanlah yang dapat membuat segalanya terjadi.





ST3. ADAPTABILITY, melakukan tugas sesuai dengan apa yang diterimanya disaat itu
      • Tepuk bisa menyesuaikan dirinya terhadap perubahan rencana yang tidak disangka sangka tanpa ada tanda tanda kecewa                  ” kenapa? Ngak jadi kelapangan Basket? Okay! Mau nonton? Hayoo!”
      • Adaptability, berarti hidup didalam momen tertentu walaupun rencanamu berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya
      • Perubahan adalah temanmu bukan musuh


ST4. BELIEF, memiliki tatanilai inti tertentu yang tidak pernah berubah
      • Apabila anak tetangganya dinyatakan sakit yang sangat serius oleh dokter dan keluarganya kekurangan dana untuk mengobati -nya, Eddy sibuk menjadi pengumpul dana, dia bekerja keras untuk mencarikan dana yang dibutuhkan tersebut
      • Mencari arti dan kepuasan sesuai dengan tatanilai inti merupakan tanda seorang yang berbakat Belief yang tidak pernah mengukur suksesnya karena uang ataupun prestise. Baginya hasrat untuk menjadi bagian dari kegiatan yang bermanfaat bagi dunia adalah yang paling Utama. Komitment terhadap keluarga adalah sangat bernilai. Mendahului orang lain dan menjaga etika merupakan bagian besar dari penampilannya


ST5. DISCIPLINE, secara spontan menciptakan organisasi , sistim dan prosedur, mereka beresonansi dengan dunia yang teratur
      • Kemas akan menampakkan ketidaksukaanya apabila ada acara yang telah direncanakan dengan tiba tiba harus dirubah begitu juga apabila pelaksanaannya dilakukan tidak mengacu pada rencana
      • Untuk Orang orang yang berbakat Dicipline, dunia haruslah dapat diperkirakan, teratur dan terencana. Sebagai akibatnya, struktur harus ditanamkan dan sisdur harus diikuti..
      • Jadwal dan batas waktu harus ada karena biasanya mereka membagi bagi jadwal dalam batasan yang lebih sempit dengan rencana jangka pendek yang bisa dijalankan dengan lebih teliti








ST6. FOCUS, mengambil arah, mengikutinya, membuat koreksi seperlunya untuk tetap berada dijalur yang benar
      • Sigit, selalu mengetahui kemana akan pergi, dia mempunyai sasaran yang sudah terdefinisikan dengan baik dan membuat patokan patokan terukur agar dapat mengikuti kemajuannya dalam menuju sasaran yang ditentukan tersebut Kalau ada halangan tak terduga atau godaan yang menariknya keluar dari arena, yang selalu terjadi dari waktu kewaktu, dia akan segera memutuskan apakah mengganggu tujuan atau tidak. Kalau hal itu mendukung tugasnya maka dia akan tangani akan tetapi  sebaliknya apabila hal tersebut menghalangi tugasnya maka akan dia tinggalkan.
      • Orang yang berbakat Focus tidak akan membuang waktunya untuk kegiatan yang menjauhi dari konsentrasinya menuju sasaran


ST7. RESTORATIVE, kemampuan untuk mengembalikan segala sesuatu ke fungsi aslinya
      • Dedi  meluangkan waktunya untuk memperbaiki dan mengembalikan fungsi dari sepeda kuno yang ditemukannya digudang kakeknya
      • Merupakan problem solver yang sangat hebat, pada saat orang lain menangis menghadapi kerusakan yang berulang ulang bahkan semakin ber energi.
      • Menganalisis “gejala”, menemukan apa yang salah dan mencari solusinya merupakan gaya hidupnya
      • Proses, rencana,taktik seperti juga barang dan bahkan manusia semuanya dapat diperbaiki dan dapat dibuat menjadi lebih baik

















ST8. SELF ASSURANCE, memiliki panduan dari dalam dirinya untuk mengatur dirinya sendiri
      • Semua orang akan memperhatikan Kusdibyo kalau dia datang. Ada sesuatu didalam pembawaannya baik caranya berbicara maupun keyakinannya, dia tidak membutuhkan pujian orang lain untuk mengetahui kemampuannya
      • Aura dari kekuatannyanya yang tersembunyi tentang kepastian dirinya maupun kemampuannya merupakan gambaran dari orang yang berbakat Self Assurance
      • Kepercayaan terhadap dirinya sendiri melebihi pandangan orang tentang dirinya, dia menentukan pilihan yang cocok baginya sendiri ketimbang mendapat pengakuan dari orang lain


ST9. SIGNIFICANCE, memiliki kebutuhan untuk ditonton sebagai orang yang menonjol dimata orang lain
      • Bagi Hendra, ”dikenal orang” merupakan daya dorong dari semangatnya
      • Didengar, berdiri didepan kerumunan orang, dihargai baginya sangat berarti, itu sebabnya dia kurang suka bergaul dengan orang, organisasi  ataupun kegiatan yang biasa atau tidak penting

















  • THINKING TALENTS, bakat bakat yang terkandung didalamnya melibatkan cara cara manusia mengumpulkan, memproses dan membuat keputusan berdasarkan informasi maupun gambaran mental. Survey menunjukkan bahwa manusia meluangkan sebagian besar waktunya untuk memikirkan baik hal hal yang lalu, sekarang maupun yang akan datang. Mereka yang tertarik dengan masa lalu menghidupkan kembali pengalaman orang atau situasi, berusaha mengerti mereka dan kemudian membuat rencana terhadap apa yang akan terjadi dimasa depan. Pribadi pribadi yang yang berpikir disaat ini juga hidup didalamnya, mereka menanggapi apa yang dihadapinya saat ini.  Dan mereka yang berpikir mengenai masadepan akan menggali kemungkinan kemungkinan yang bisa terjadi, berpikir tentang apa yang mungkin terjadi bukan saja merupakan tantangan akan tetapi juga sangat memberikan semangat. Sebagai tambahan berpikir dalam kerangka waktu, ada juga bakat yang didasari atas bagaimana informasi diproses dengan cara yang berbeda , ada yang berpikir dengan membagi baginya untuk mengerti bagaimana sesuatu itu bekerja, yang lainnya berfikir seperti seorang detektif, mempelajari data dan mencari bukti


TT1. ANALYTICAL, mencari alasan dan sebab sebab
      • Apakah ada orang yang mengacungkan tangannya lebih banyak dari Gunawan dikelas ini ? dari guru yang satu keguru yang lain, dia menantangnya dengan berbagai pertanyaan ,tidak tergantung pelajaran apa yang sedang diberikan
      • Dia tidak bisa menerima rumor kecuali fakta dan hanya fakta lah yang dapat diterimanya
      • Orang yang berbakat Analytical selalu membutuhkan bukti. Manteranya adalah ” tunjukkan pada saya bagaimana yang anda nyatakan tersebut terdokumentasi dan bahwa itu benar !”













TT2. ARRANGER, dapat mengorganisir akan tetapi juga memiliki kelenturan yang membantu pengaturannya
      • Yenny terlahir sebagai orang yang selalu berusaha memikirkan kembali sesuatu. Slogan nya adalah “ pasti ada jalan yang lebih baik dari itu !”
      • Apakah kursi dikelas disusun berderet ? Yenni akan mungkin mengusulkan susunan lain yang lebih baik karena lebih menyenangkan dan lebih banyak yang bisa dipelajari dengan menyusunnya melingkar
      • Apabila menghadapi situasi yang kompleks  dan melibatkan banyak faktor, orang Arranger senang mengatur keragaman yang ada, mereka tertarik untuk meluruskan dan meluruskannya kembali sampai dia yakin bahwa dia sudah mendapatkan konfigurasi yang paling produktif


TT3. CONNECTEDNESS, memiliki keyakinan dalam menjelaskan gejala secara  “bathin”
      • Disekolah, Endro dikenal sebagai “ berjiwa kuno”, apabila sesuatu yang tidak diharapkan terjadi, dia akan menyatakannya dengan kata kata yang menenangkan ” Saya rasa kejadian ini sudah diatur oleh Allah, karena segala kejadian pasti ada maksudnya ”
      • Penuh pertimbangan, penuh perhatian, mudah menerima : inilah kata kata yang tepat baginya
      • Mereka yang memiliki bakat ini, tidak bisa bergeming dari pemahamannya yang begitu kokoh bahwa semua orang saling berkaitan, hal ini akan memberikan rasa nyaman, karena keyakinannya bahwa manusia tidak terisolasi satu sama lainnya












TT4. CONSISTENCY / FAIRNESS, memiliki bakat untuk melihat “kesamaan” orang
      • Nazarudin adalah juara dalam paradigma “ semua orang memiliki kesempatan yang sama”
      • Dalam  kehidupan yang penuh perubahan ini, mereka yang berbakat Consistency selalu berusaha mencari kesetimbangan. Semua orang harus diperlakukan dengan sama tidak perduli apa yang mereka lakukan atau siapa mereka.
      • Consistency akan mencegah seseorang mendapatkan fasilitas lebih dari yang lainnya baik karena ras, hubungan keluarga, pertemanan dlsb


TT5. CONTEXT, belajar melalui riset dan studi tentang masa lalu
      • Josh, suka sekali dengan sejarah. Setiap perjalanan baginya merupakan petualangan, karena hal tersebut membantunya mengerti apa yang terjadi saat ini dengan melihat apa yang terjadi dimasa lalu. Tulisan tentang riset mengenai gambaran sejarah merupakan idea kegemarannya
      • Bagi mereka yang didorong oleh bakat Context, masa lalu merupakan cetak biru dari sebab dan akibat. Apa yang telah terjadi merupakan pegangan untuk mengerti apa yang terjadi sekarang.


TT6. DELIBERATIVE, berhati hati,kadang skeptis, memiliki karakter” melihat sebelum melompat”
      • Hendarto adalah contoh sempurna dari orang “ What If?”, dia tidak akan membawa komputer ke sekolah tanpa membawa peralatan pengaman lainnya karena ” kalau listriknya ada spike gimana?”
      • Sebelum dia melakukan sesuatu dia akan duduk bersama kertas dan pinsilnya dan melakukan evaluasi untung dan risikonya








TT7. FUTURISTIC, dapat memberikan inspirasi pada rekan lainnya dengan visinya mengenai masadepan
      • Brian sering sekali berbicara tentang apa yang akan terjadi 5 sampai 10 tahun mendatang. Pada saat rekan rekan lainnya terheran heran dengan pemikiran jauhnya, dia bahkan sedang memikirkan reuni diantara mereka 20 tahun mendatang
      • Futuristic berarti tertarik kepada hal hal yang mungkin terjadi di bulan bulan, tahun tahun  dan dekade mendatang
      • Dia memiliki banyak pilihan kemungkinan situasi mendatang dengan sumber sumber manusia, waktu, uang , bahan dan memilihnya sesuai dengan pilihan yang terbaik
      • Futuristic menanyakan dua pertanyaan yaitu yang pertama ” what if?’ dan yang kedua “apa yang akan terjadi kalau kita lakukan ini?”


TT8. IDEATION, menyukai diskusi kelompok yang bebas dan baik sekali didalam brainstorming
      • Inovatif, konsep, teori dan solusi merupakan hal yang penting bagi orang berbakat Ideation
      • Dia  memiliki cara yang sederhana untuk menjelaskan banyak kejadian, konsep yang sangat mendasar seringkali dapat menjelaskan apa yang kelihatannya rumit dan menemukan idea yang belum lengkap ini merupakan hal menyenangkan


TT9. INPUT ,hasrat untuk mengetahui lebih jauh dan ingin memperbaiki terus menerus
      • Pekik , senang sekali mengumpulkan buku dan gambar gambar XXX. Kalau bisa dia akan menghadiri pameran maupun mencari buku buku karena mengumpulkan data sebanyak mungkin merupakan kesukaannya
      • Tambahan informasi atau ide atau benda benda yang berkaitan dengan interest nya sangatlah berharga bagi orang yang berbakat Input, karena mereka tahu bahwa suatu saat nanti terbukti berharga.







TT10. INTELLECTION, suka meneliti, lebih menyukai diskusi intelektual khususnya phylosophi
      • Bowo, adalah pemikir yang dalam yang suka membaca puisi dan berusaha memahaminya untuk dirinya sendiri
      • Menyendiri baginya berharga karena merupakan saat saat untuk menghibur dirinya dan introspeksi. Intelection menggambarkan kesenangan berfikir dan memahaminya


TT11. LEARNER, suka ditantang oleh kesempatan belajar
      • Kelas setelah selesai pelajaran merupakan kebiasaan Danny, pelajaran Tenis, kelas Tari atau kursus Sabtu sore, semua merupakan hal yang menyenangkan baginya
      • Menyukai proses mendapatkan informasi  dan atau keterampilan baru dan begitu terus sepanjang hidupnya


TT12. STRATEGIC, dapat melihat pola dari pengalaman dan data, isuenya timbul dengan jelas dalam berbagai skenario
      • Mulai saat Tony masuk di SMU, dia sudah merencanakan bagaimana caranya mendapatkan bea siswa di universitas nanti
      • Dia menyadari bahwa apapun yang dilakukan sekarang akan berpengaruh bagi masa depannya, dia ikut tim debat maupun kerja voluntir karena menurutnya akan memiliki pengaruh yang baik untuk mendaftar di universitas nanti
      • “what if?” dan “then what?” adalah definisinya