karena sahabat…..
seberapa jauhpun kau berlari
dan sedalam apapun kau bersembunyi
dia pasti akan menemuimu
dalam sebuah episode kehidupanmu
sahabatku……
alangkah indahnya bila kau temui ia dengan dada yang lapang
persilahkan ia masuk dalam bersihnya rumah hati
dan mengkilapnya lantai nuranimu
hadapi ia dengan senyum seterang mentari pagi
ajak ia untuk menikmati hangatnya teh kesabaran
ditambah sedikit penganan keteguhan
sahabat…….
dengan begitu
sepulangnya ia dari rumahmu
akan kau dapati
dirimu menjadi sosok yang tegar
dalam semua keadaan
dan kau pun akan mampu dan lebih berani
untuk melewati lagi deraan kehidupan
dan yakinlah sahabat……..
kaupun akan semakin bisa bertahan
kala badai cobaan itu menghantam
Stress… Sebuah kata yang sudah tidak asing
lagi bagi seluruh manusia di dunia ini.
Menurut sumber yang ada, stress adalah
suatu keadaan ketika pikiran sudah dalam kondisi puncak dan diri pun menjadi
bingung untuk melakukan sebuah pekerjaan yang harus dilakukannya.
Namun, timbul sebuah pertanyaan : Benarkan
dalam Islam mengenal istilah stres?
Pertama, dari Ibnu Umar
radhiyallahu anhu, yang mempunyai beberapa sanad, di antaranya: Dari Quza'ah,
ia berkata: "Ibnu Umar Radhiyallahu anhu mengutusku untuk suatu keperluan.
Lalu ia berkata: 'Kemarilah, aku akan mengucapkan selamat jalan kepadamu, sebagaimana
ucapan selamat tinggal Nabi Shallallahu Alaihi wa Salam kepadaku ketika beliau
mengutusku untuk suatu keperluan. Kemudian ia mengucapkan: "Aku menitipkan agamamu, amanatmu untuk segala
akhir perbuatanmu kepada Allah". Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu
Daud (n0. 2600) Imam Hakim (2/97), Imam Ahmad (juz 2/25, 38 dan 136), dan Imam
Ibnu Asakir (14/290/2 dan 15/469/1) diperoleh dari Abdulaziz bin Umar bin
Abdulaziz yang mendengarnya dari Quza'ah. Perawi-perawinya tergologn tsiqoh
(konsisten terhadap ajaran Islam, cerdas dan kuat ingatannya) tetapi ada yang
diperselisihkan yaitu Abdulaziz.
Sebagian Ulama meriwayatkannya dengan sanad seperti
itu, tapi sebagian lain ada pula yang memasukkan satu orang perawi antara
Abdulaziz dan Quza'ah. Orang yang dimasukkan tersebut adalah Ismail bin Jari,
namun sementara ulama juga ada yang menyebutkannya Yahya bin Ismail bin Jarir.
Sedang Al-Hafizh Ibnu Asakir menyebutkan beberapa riwayat yang berbeda-beda.
Adapun Al-Hafizh Ibnu Hajar di dalam kitabnya Al-Taqrib mengatakan: Yang benar
adalah "Yahya bin Ismail".
Saya (Al-albani) berpendapat: bahwa hadits itu adalah
dha'if, tetapi kemudian menjadi kuat oleh karena adanya sanad-sanad lain. Di
dalam riwayat Ibnu Asakir terdapat matan sebagai berikut: "Sebagaimana
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Salam mengucapkan selamat tinggal kepadaku,
lalu ia menjabat tangan saja. Setelah itu ia mengucapkan: (Ia menyebutkan
kalimat seperti hadits di atas).
Diriwayatkan dari Salim, bahwa Ibnu Umar selalu
mengucapkan kepada orang yang hendak bepergian: 'Izinkan aku mengucapkan
selamat jalan kepadamu, sebagaimana Nabi Shallallahu Alaihi wa Salam
mengucapkannya kepadaku, lalu ia berucap: (seperti kalimat pada hadits yang
pertama)." Hadits ini dtahrij oleh Imam Tirmidzi (2/255, cet. bulaq), Imam
ahmad (2/7), dan Abdul Ghany Al-Maqdisy di juz 63 (41/1) dari Sa'id bin
Khutsaimin dari Handzallah yang dikutip dari Salim. Imam tirmidzi berkomentar:
"Hadits ini statusnya hasan shahih gharib (ada diantara ketida status
tersebut), yang dimaksud adalah yang diriwayatkan oleh Salim."
Saya (Al-Albani) berpendapat: "hadits ini sesuai
dengan syarat Muslim, hanya saja sanad yang dari Sa'id masih dipertentangkan.
Oleh karena itu Imam Hakim meriwayatkannya (1/442 dan 2/97) dari Ishak bin
Sulaiman dan Walid bin Muslim yang dikutip dari Handzalah bin Abu Sufyan
diperoleh dari Al-Qasim bin Muhammad yang mengisahkan: "Saya berada di
samping Ibnu Umar. Tiba-tiba datang seorang laki-laki dan berkata: "Saya
hendak pergi." Lalu Ibnu Umar berkata:Tunggulah, aku akan mengucapkan
selamat jalan kepadar£íu: (Kemudian Al-Qasim bin Muhammad menyebutkan kalimat
seperti hadits pertama)."
Imam Hakim berkomentar; "Hadits ini statusnya
shahih menurut syarat Bukhari-MusIim." Penilaiannya ini disetujui oieh
Adz-Dzahabi.
Kemungkinan Imam Tirmidzi menganggap gharib (Hadits
yang periwayatannya terdapat perawi yang menyendiri, baik di dalam keberadaan,
sifat maupun keadaannya) hadits yang diriwayatkan melalui jalur Salim ini
tsiqah. karena dua orang perawi tsiqah, yaitu lshak bin Sulaiman dan AI-Walid
bin Musiim, yang berbeda dengan lbnu Khutsaim, sebab lbnu Khutsaim
meriwayatkannya dan Handzalah dan Salim, sedangkan kedua perawi tsiqah tersebut
mengatakan dari Handzalah yang diperoieh dari AI-Qasim bin Muhammad, dari
Salim. Dan inilah yang nampaknya lebih shahih.
Abu Ya'la mentakhrij hadits ini di dalam
musnad-nya(2/270), dari jalur AI-Walid bin Muslim saja.
Dari Mujahid, yang menceritakan: "Saya dan
seorang laki-laki pergi ke Irak. Di tengah perjalanan kami bertemu dengan
Abdullah lbnu Umar. Tatkala akan berpisah ia berkata: "Aku tidak mempunyai
sesuatu yang akan aku nasihatkan kepada kalian. Tetapi aku mendengar Rasulullah
saw bersabda: "Jika ia (musafir) menitipkan sesuatu kepada Allah, maka
mudah- mudahan Allah berkenan menjaganya. Dan saya menitipkan agama, amanat dan
akibat perbuatan kalian kepada Allah s-wt. "
Hadits dengan riwayat ini disampaikan oieh lbnu Hibban
di dalam kitab Shahihnya (2376), dengan sanad yang shahih.
Dari Nafi¡ Radiyallahu 'anhu dikutip dari Mujahid yang
menuturkan: "Apabila Rasulullah saw meninggalkan seseorang, maka beliau
meraih tangannya. Dan beliau tidak akan melepaskan genggamannya kecuali orang
itu sendiri yang melepaskannya, dan beliau berkata: (Kemudian perawi
menyebutkan ucapan selamat tinggal seperti hadits yang pertama). "
Hadits ini diriwayatkan oieh Imam Tirmidzi (2/255,
cet. Bulaq), yang menilainya gharib.
Saya berpendapat, bahwa yang dimaksudkan oieh
penilaian Imam Tirmidzi itu adalah dha 'if dari segi jalur (sanad) ini. Hal itu
bisa demikian karena hadits itu diriwayatkan oieh lbrahim bin Abdurrahman bin
Zaid bin Umayyah dari Nafi¡Ç. Padahal lbrahim ini tidak dikenal (majhul).
Tetapi lbrahim tidak meriwayatkan hadits ini seorang
diri. namun ada perawi lain yang juga meriwavatkannya yaitu Ibnu Majah (2/943
nomor 2826), yang diperoleh dari Ibnu Abi Laila dari Nafi¡Ç. Akan tetapi Ibnu
Abi Laila adalah orang yang kurang baik hafalannya. Nama sebenarnya, Muhammad
bin Abdurrahman. la tidak menyebutkan cerita tentang berjabat tangan.
Hadits kedua dari Abdullah AI-Khathami yang
menceritakan: "Adalah Rasulidlah saw jika hendak meninggalkan tentaranya,
bersabda: (kemudian rawi menyebutkan kalimat yang diucapkan oleh Nabi saw
seperti pada hadits pertama). "
Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Sina
di dalam "Amalul-Yaum Wal-Lailah" (nomor: 498) dengan sanad yang
shahih menurut Muslim.
Hadits ketiga, dari Abu Hurairah yang memberitakan:
"Rasulullah saw jika meninggalkan seseorang beliau bersabda: (sebagaimana
kalimat pada hadits pertama). "
Hadits dengan sanad ini diriwayatkan oieh Imam Ahmad
(2/358); dari lbnu Luhai'ah yang mengutip dari AI-Hasan bin Tsauban dari Musa
Ibnu Wirdan yang diperolehnya dari Abu Hurairah.
Saya berpendapat, bahwa seluruh perawinya adalah
tsiqah. Hanya lbnu Luhai'ah agak buruk hafaiannya. Matan yang dipakainya pun
berbeda dengan yang dipakai oieh AI-Laits bin Sa'ad dan Sa'id bin Abi Ayyup
yang diperolehnya dari Hasan bin Tsauban yang menuturkan: "Aku akan
menitipkanmu kepada Allah yang tidak pemah menyia-nyiakan barang titipan-Nya,
"
Hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ini lebih
shahih dan sanadnya jayyid (shahih). Hadits ini juga diriwayatkan oieh Imam
Ahmad (403/1)
Saya juga melihat bahwa lbnu Luhai'ah meriwayatkan
hadits ini dengan redaksi yang sama pada riwayat yang ditakhrij oieh lbnu Sina
(nomor: 501) dan lbnu Majah (2/943, nomor: 2825). Sedang saya sendiri merasa
yakin kesalahannya ada pada redaksi yang pertama.
Faedah-faedah Hadits
Dari hadits yang shahih ini dapat diambil beberapa
faedah:
l. Disyariatkannya ucapan selamat tinggal dengan
kalimat yang telah berlaku, yaitu :¡ÉASTAU DI¡ÇULLAHA DIINAKA WA AMAANATAKA
WAKHAWAATIIMA ¡ÆAMALIKA¡É (artinya: Aku menitipkan agamamu, amanatmu, dan
segala akhir perbuatanmu kepada Allah)
atau (yang artinya: "Aku akan menitipkanmu kepada
Allah yang tidak pemah menyia-nyiakan barang titipan-Nya. ")
2. Bersalaman dengan satu tangan. Hal ini disebutkan
pada banyak hadits. Dan jika ditinjau dari segi etimologi, maka kata
al-mushafahah artinya: al-akhdzu bil-yadi memegang tangan atau menggenggamnya.
Di dalam Lisanul Arab disebutkan: Kata al-mushafahah berarti menggenggam
tangan. Begitu juga dengan kata at-tashajuh, Ar-rajul yushafihur-rajul, artinya
seseorang menempelkan telapak tangannya pada telapak tangan orang lain dan
keduanya saling menempelkan telapak tangan mereka serta saling berhadapan. Arti
yang sama dipakai pada hadits mushafahah (ketika bertemu). Kata itu merupakan
tindakan menempelkan telapak tangan seseorang dengan telapak tangan orang lain
dengan berhadap-hadapan.
Menurut saya ada beberapa hadits yang senada dengan
arti tersebut, seperti hadits marfu¡Ç yang diriwayatkan oieh Hudzaifah:
"Jika seorang mukmin bertemu dengan orang mukmin
lainnya, lalu mengacapkan salam dan berjabatan tangan, maka semua kesalahan
kedua orang itu akan rontok, seperti daun-daun yang berguguran, "
Sementara itu AI-Mundziri (3/270) berkomentar:
"Imam Thabrani meriwayatkan hadits ini di dalam ¡ÈAll-Ausath'' dan
sepengetahuan saya, perawi-perawinya tidak ada yang terkena jarh (cacat).
Saya berpendapat, hadits ini mempunyai beberapa syahid
(hadits penguat) yang dapat meningkatkan statusnya menjadi shahih. Di antaranya
hadits yang diriwayatkan oleh Anas di dalam kitabnya Al-Mukhtarah (nomor:
240/1-2). AI-Mundziri menaikkannya kepada Imam Ahmad dan Imam lainnya.
Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa yang disunnahkan
di dalam berjabat tangan adalah dengan satu tangan. Apa yang dilakukan oleh
beberapa Syaikh, yakni berjabatan tangan dengan dua tangan adalah menyelisihi
sunnah. Hal ini perlu kita ketahui secara detail.
3. Berjabatan tangan juga diajarkan ketika akan
berpisah. Hal ini diperkuat oleh sabda Nabi saw:
"Merupakan kesempurnaan penghormatan adalah
berjabatan tangan. "
Hadits ini dilihat dari segi sanadnya, bagus sekali.
Sebenarnya saya bermaksud menampilkan judul tersendiri tentang pernbahasan ini
dengan disertai penjelasan mengenai sanad-sanadnya. Akan tetapi setelah saya
teliti, temyata sanadnya dha'if dan tidak patut dibuat hujjah. Oleh karena itu,
saya hanya menyebutkannya di dalam As-Silsilasul-Ukhra (Rangkaian Hadits yang
Lain) (1288).
Adapun mengenai pengambilan dalil pembuktian
kebenarannya tentang disyaratkannyasalam ketika berpisah adalah sabda Nabi saw:
"Jika salah seorang di antara kalian memasaki masjid, maka ucapkanlah
salam. Dan jika ia keluar, maka juga ucapkanlah salam. Salam yang pertama
tidaklah lebih utama dari salam yang kedua. "
Hadit ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Imam
Tirmidzi dan lainnya dengan sanad hasan. Melihat hadits ini maka pendapat
sebagian ulama' yang mengatakan bahwa berjabatan tangan ketika berpisah adalah
bid'ah, sama sekali tidak mempunyai dalil. Memang, orang yang berpendapat
tentang adanya hadits-hadits yang mengenai jabat tangan ketika bertemu adalah
lebih banyak dan lebih kuat daripada ketika berpisah, tetapi orang yang tajam
pemahamannya akan menyimpulkan bahwa intensitas disyari'atkannya berjabatan
tangan ketika bertemu dengan ketika berpisah tidak sama. Misalnya berjabatan
yang pertama adalah sunnah, sedangkan yang kedua adalah anjuran {mustahabbah}.
Sedang bila jabatan tangan yang kedua dikatakan bid'ah, sama sekali tidak
mempunyai dasar.
Adapun berjabatan tangan selepas shalat adalah bid'ah.
Hal ini tidak diregukan lagi, kecuali antra dua orang yang tidak pernah bertemu
sebelumnya, maka dalam kondisi itu berjabatan tangan memang disunnahkan. *)
(Dikutip dari: "Silsilah Hadits Shahih"
karya Al-Muhadits Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Pustaka Mantiq, Buku I
th 1995, hal 38 - 44)
3 Orang tengah terdiam menikmati kehangatan sauna, yaitu orang dari Amerika, Jepang dan Indonesia. Keheningan
didalam ruangan sauna dipecahkan oleh bunyi, ..bip,...bip,....bip...
Orang Amerika membuka telapak tangan kirinya, dan membaca tulisan yang
tertulis ditelapak tangannya itu. Dua rekan se 'sauna' nya dengan kagum
melihat tulisan yang muncul ditelapak tangan orang Amerika tersebut.
"Oh, telapak tangan saya telah ditanamkan chips, saya dapat langsung
menerima pesan SMS tanpa alat , SMS nya langung tampil ditelapak tangan
saya,..." ujar si Amerika ketika melihat kedua rekannya bengong.
Sesaat kemudian terdengar dering telepon, orang Jepang mengangkat tangan kanannya, jempol didekatkan ke telinga sedangkan jari kelingking kebibirnya,
"Oh maaf, saya terima telepon dulu, tangan saya sudah berisi chips,
saya dapat menerima dan berbicara melalui 2 jari saya tanpa menggunakan
HP" kata si Jepang.
Melihat semua itu, orang Indonesia mulai gugup, Apa yang bisa saya
tunjukkan untuk mengalahkan orang orang ini? pikirnya. Karena stress, keinginannya untuk buang air besar tidak tertahankan lagi.
Usai buang air, dia kembali lagi ke ruang sauna, tetapi karena tidak biasa membasuh bokongnya dengan kertas toilet, seuntai kertas toilet masih berjuntai di belahan bokongnya.
Dengan keheranan orang Jepang dan orang Amerika menunjuk ke untaian kertas 'sisa' tsb dan berkata: "Kertas apa itu yang tergantung dibokong anda...?"
"Oh maaf, saya baru terima Fax.." jawab orang Indonesia tersebut.
Cerita Lucu ke 2
Dilamar Raja Minyak
Seorang sekretaris nan cantik ditugaskan
oleh bosnya untuk menemani seorang raja minyak dari Arab yg menjadi
klien penting bagi perusahaannya. Tertarik oleh kecantikannya, si raja tiba-tiba memintanya utk menikahinya.
Tentu saja sekretaris itu terkejut
namun ia teringat perintah bosnya untuk tidak mengecewakan kliennya
itu dalam bentuk apapun. Karena itu, ia memikirkan cara untuk menolak
ajakannya dengan halus.
"Baiklah, aku akan menikah denganmu dengan 3 syarat. Pertama, aku mau
cincin kimpoi berlian 75 karat bertahtakan intan bermahkota tiga 200
karat." Si raja Minyak dari Arab terpekur sejenak dan kemudian mengangguk, "Ok, ok Ana belikan... Ana belikan"
Menyadari keadaan ini, si wanita kembali memikirkan syarat yang lebih susah. "OK, kedua, aku mau kamu buatkan istana di New York berkamar 100 dan sebagai rumah peristirahatan, aku mau vila di tengah kota Paris dengan 200 orang pelayan, 10 Ferarri dan 5 pesawat jet pribadi."
Sang raja minyak kembali terpekur, mengambil hand-phonenya dan mengontak sana sini. "Ok, ok, Ana buatkan.... Ana buatkan"
"Gawat !", pikir si sekretaris. Dengan peluh segede kacang kedelai, ia kembali
memikirkan syarat terakhir. Akhirnya, ia merasa mendapatkan syarat
yang nyaris mustahil bisa dikabulkan oleh si raja ini. Sambil
mengedipkan mata, ia berkata, "Oh, baiklah. Ini yang terakhir. Aku suka
sekali dengan "hubungan intim" dan karenanya aku mau laki-laki yg
menjadi suamiku mempunyai "anu" sepanjang 30 cm."
Si raja tampak kecewa sekali dengan syarat terakhir ini. Ia menutup wajahnya dengan kedua
tangan sambil sesenggukan. Akhirnya, sambil mengusap air mata dan
menatap wanita itu dengan sedih, ia berkata, "Ok, ok, Ana potong... ana
potong"
Cerita Humor ke 3
Mahasiswi Fakultas Kedokteran
Ada 6 mahasiswi fakultas kedokteran yang sedang menunggu panggilan untuk ujian lisan untuk mata pelajaran penyakit dalam. Penguji terkenal seorang profesor top-killer. Mahasiswi pertama masuk dan langsung mendapat pertanyaan.
Profesor: sebutkan bagian badan yang dapat membesar sampai 7 kali !
Mahasiswi 1 tidak berani menjawab sambil menutup mulut dan terkikik … hihi… hihi.
Profesor: (marah)kamu pergi! dan panggil yang berikutnya!
Profesor: sebutkan bagian badan yang bisa membesar sampai 7 kali !
Mahasiswi 2 juga tidak menjawab hanya terkikik …hihi…hihi…
Sang prof tambah marah dan mengusir mahasiswi II. Sampai pada mahasiswi ke 5 jawabannya adalah sama yaitu : "hihi…hihi". Masuklah mahasiswi ke 6…
Profesor: Sebutkan bagian badan yang dapat membesar sampai 7 kali !
Mahasiwi 6: liver, prof... Liver bisa membesar 7 kali dari ukuran biasa kalau terkena radang.
Profesor: Bagus!!! untuk kamu, jawabanmu sudah cukup memuaskan. Katakan kepada teman-temanmu itu, bahwa "hihi…hihi.." hanya bisa berkembang sampai 5 kali !!!
Cerita Lucu ke 4
Seorang koboi pergi ke bar naik kudanya. Setelah mengikat kudanya, ia masuk ke dalam, pesan minuman, lalu bergegas pergi. Ternyata kudanya hilang! Dia masuk kembali ke bar sambil berteriak, "Siapa yg mencuri kuda saya?"
Tak seorang pun menjawab.
Si koboi berkata lagi, "OK. Saya tunggu 10
menit. Jika dalam waktu itu tidak ada yang mengaku, terpaksa saya akan
melakukan apa yang telah saya lakukan di Texas. Dan terus terang aku
tidak suka melakukan lagi hal itu."
Satu per satu pengunjung berlari terbirit2 keluar. Sampai tak ada seorangpun berada di dalam Bar, kecuali si Bartender. Saat si Koboi melongok keluar, ternyata kudanya telah kembali berada di tempatnya semula.
Dengan gemetar ketakutan bercampur senang karena kuda si Koboi telah kembali, bartender bertanya, "Apa yang telah kamu lakukan di Texas?"
Koboi itu menjawab, "Saya terpaksa berjalan kaki pulang."
Cerita Humor ke 5 Naik Gaji
Suatu hari, seorang wanita pembantu rumah tangga mendatangi majikan perempuannya.
Pembantu: "nyonya, saya mau minta naik gaji.."
Nyonya: "kenapa saya harus menaikkan gaji kamu?"
Pembantu: "ada 3 alasan nyonya.. Pertama saya membersihkan rumah lebih bersih daripada nyonya."
Nyonya: "siapa yg bilang?"
Pembantu: "Tuan yg bilang nyonya".
Nyonya: "oh..."
Pembantu: "kedua, saya memasak lebih enak daripada nyonya."
Nyonya: "siapa yg bilang?"
Pembantu: "Tuan yg bilang."
Nyonya: "oh..."
Pembantu: :ketiga, saya di ranjang lebih hebat daripada nyonya."
Nyonya: "Oh!!! Apa tuan juga yang bilang !!?!!"
Pembantu: "Bukan nyonya.., tapi tuan sebelah rumah yang bilang, kalo nyonya kurang hebat di ranjang"
Nyonya: "Ssssstt!!! Kamu minta naik brp???"
Cerita Lucu ke 6 Cowok Idaman
Cewek : "Mas kerja dimana?"
C0w0k : "Saya cuma usaha beberapa hotel bintang 4 dan 5 di Jakarta dan Bali..."
Cewek : "(W0W...Konglomerat pasti!)... Mas tinggal dimana?"
C0w0k : "Pondok Indah Bukit G0LF..."
Cewek : "(W0W kereenn...Rumah 0rang-0rang "The Haves") Pasti gede rumahnya yah...?"
C0w0k : "Ngga ah...Biasa aja koq...cuma 3000 m2..."
Cewek : "(Busett!) Pasti mobilnya banyak yah...?"
C0w0k : "Sedikit koq...Cuma ada Ferrari. Jaguar. Mercedes. BMW. Mazda..."
Cewek : "(Wah c0w0k idaman gue nihh!!) Mas uda punya istri...?"
C0w0k : "Hmm...Sampai saat ini belum tuh...hehe..."
Cewek : "(Enak juga nih kalu gue bisa jadi bininya...) Mas mer0k0k??"
C0w0k : "Tidak...r0k0k itu tidak bagus untuk kesehatan tubuh..."
Cewek : "(Wah sehat nihh!) Mas suka minum-minuman keras?"
C0w0k : "Tidak d0nk..."
Cewek : "(Gilee...Cool abissss!!) Mas suka maen judi??"
C0w0k : "Nggak...ngapain juga judi? ngabisin duit aja"
Cewek : "(0oohhhh...So sweett...) Mas suka dugem gitu ga??"
C0w0k : "Tidak tidak..."
Cewek : "(Iihh...sh0leh banget nih c0w0kk!) Mas udah naik haji?"
C0w0k : "Yah...baru 3x dan umr0h paling 6x..."
Cewek : "(Subhanallah...cal0n surgawi...) H0binya apa sih mas?"
C0w0k : "BOH0NGIN 0rang......"
Sebelumnya tak ada yang mampu mengajakku untuk bertahan…
Dikala sedih…
Kesepian….
Ku ikat hatiku hanya unutk aku seorang…
Sekarang kau disini…
Hilang rasa bimbangku…
Kesedihanku…
Kesepianku…
Kau buat aku bertanya dan mencari…
Rasa yang aku sendiri pun tak mengerti..
Akankah sama bila bukan kamu…
Dan senyummu yang menyadarkanku…
Bahwa kau adalah anugrah terindah yang pernah kutemui…
Tak mudah bagiku tertawa sendiri
Dikehidupan yang kelam ini
Rasanya tak perlu aku membagi kisahku ini
Saat ada yang mengerti …
Kau ada disini hilang semua bimbang..
Kesedihanku…
Kesepianku…
Bila suatu saat kau harus pergi…
Jangan katakan padaku
Tuk mencari yang lebih baik…
Kar\’na senyummu…
Tawamu…
Sedihmu menyadarkanku…
Bahwa kau adalah anugrah terindah yang pernah kutemui…
How lonely I was on the first day of school,
lost and wandering about like a fool.
People looked at me with an interest on
their faces,
talking about me as if I couldn’t hear them, though I was but a few feet away from them, there was hardly any space.
Then you came and made my miseries go away,
even when I don’t want you to be in my presence,
you always stuck to me, and there you stayed.
Yes I’ll always cherish you as a friend,
a friend who was willing to stay with me to the end.
I hope you and I can see each other more,
because life at here has become quite a bore.
Please come back, come back soon,
so I can enjoy again the talks and lunches we had at noon.
But no matter where you are, my friend.
You’ll always be in my heart until the very end.
sAhAbAt…
JaUh dI MaTa…
jAuH Di pAnDaNg…
KaU SeLaLu mEnEmAnI Qw dI SaAt hAtI Qw sEdAnG GeLiSaH……..
sAaT AqW BiMbAnG DaN ReSaH…
kAu sELalU AdA mEnEmAnI Qw…..
SaAt….. Aq bErSeDIh…
SaAt aQ BeRdUkA…
kAu sLaLu aDa mEmBaNtU Qw….
Oh…. saHaBat….
KaU MeSkIpUn KiTa bErPiSaH NaNtI…
kItA TaKkAn tErPiSaHkAn OlEh wAkTu…
SaMpAi aJa mEnJeMpUt KItA BeRtIgA….
Sahabat…
Sahabat terkadang bisa buat kita senang…
Tapi sahabat juga bisa membuat kita terluka…
Dikala engkau senang,…
Dikala engkau sedih,…
Hanya kepadaku engkau bersandar…
Sahabat…,
Kenapa engkau hadir dlm hdupku…
Kenapa engkau membuatku menangis…?
kenapa engkau senyum dlm tangisku…
Begitu mudahnya kau melupakan persahabatan kita…
Sia2 kita bina persahabatankita ini…
Selamat tinggal sahabat sejatiku…