- Majas
Gaya bahasa dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok, yaitu:
1. Gaya bahasa perulangan
2. Gaya bahasa perbandingan
3. Gaya bahasa pertentangan
4. Gaya bahasa pertautan
1. Gaya Bahasa Perulangan
A. Aliterasi
Aliterasi ialah sejenis gaya bahasa yang berwujud perulangan konsonan pada suatu kata atau beberapa kata, biasanya terjadi pada puisi.
Contoh: Kau keraskan kalbunya
Bagai batu membesi benar
Timbul telangkai bertongkat urat
Ditunjang pengacara petah pasih
B. Asonansi
Asonansi ialah sejenis gaya bahasa refetisi yang berjudul perulangan vokal, pada suatu kata atau beberapa kata. Biasanya dipergunakan dalam puisi untuk mendapatkan efek penekanan.
Contoh: Segala ada menekan dada
Mati api di dalam hati
Harum sekuntum bunga rahasia
Dengan hitam kelam
C. Antanaklasis
Antanaklasis ialah sejenis gaya bahasa yang mengandung perulangan kata dengan makna berbeda.
Contoh: Karena buah penanya itu menjadi buah bibir orang.
D. Kiasmus
Kiasmus ialah gaya bahasa yang berisikan perulangan dan sekaligus merupakan inversi atau pembalikan susunan antara dua kata dalam satu kalimat.
Contoh: Ia menyalahkan yang benar dan membenarkan yang salah.
E. Epizeukis
Epizeukis ialah gaya bahasa perulangan yang bersifat langsung. Maksudnya kata yang dipentingkan diulang beberapa kali berturut-turut.
Contoh: Ingat kami harus bertobat, bertobat, sekali lagi bertobat.
F. Tautotes
Tautotes ialah gaya bahasa perulangan yang berupa pengulangan sebuah kata berkali-kali dalam sebuah konstruksi.
Contoh: Aku adalah kau, kau adalah aku, kau dan aku sama saja.
G. Anafora
Anafora ialah gaya bahasa repetisi yang merupakan perulangan kata pertama pada setiap baris atau kalimat.
Contoh: Kucari kau dalam toko-toko.
Kucari kau karena cemas karena sayang.
Kucari kau karena sayang karena bimbang.
Kucari kau karena kaya mesti diganyang.
H. Epistrofa (efifora)
Epistrofa ialah gaya bahasa repetisi yang berupa perulangan kata pada akhir baris atau kalimat berurutan.
Contoh: Ibumu sedang memasak di dapur ketika kau tidur.
Aku mencercah daging ketika kau tidur.
I. Simploke
Simploke ialah gaya bahasa repetisi yang berupa perulangan awal dan akhir beberapa baris (kalimat secara berturut-turut).
Contoh: Ada selusin gelas ditumpuk ke atas. Tak pecah.
Ada selusin piring ditumpuk ke atas. Tak pecah.
Ada selusin barang lain ditumpuk ke atas. Tak pecah.
J. Mesodiplosis
Mesodiplosis ialah gaya bahasa repetisi yang berupa pengulangan kata atau frase di tengah-tengah baris atau kalimat secara berturut-turut.
Contoh: Pendidik harus meningkatkan kecerdasan bangsa.
Para dokter harus meningkatkan kesehatan masyarakat.
K. Epanalepsis
Epanalepsis ialah gaya bahasa repetisi yang berupa perulangan kata pertama pada akhir baris, klausa, atau kalimat.
Contoh: Saya akan berusaha meraih cita-cita saya.
L. Anadiplosis
Anadiplosis ialah gaya bahasa repetisi yang kata atau frase terakhir dari suatu kalimat atau klausa menjadi kata atau frase pertama pada klausa atau kalimat berikutnya.
Contoh: Dalam raga ada darah
Dalam darah ada tenaga
Dalam tenaga ada daya
Dalam daya ada segalanya
2. Gaya Bahasa Perbandingan
Perumpamaan
Perumpamaan ialah padanan kata atau simile yang berarti seperti. Secara eksplisit jenis gaya bahasa ini ditandai oleh pemakaian kata: seperti, sebagai, ibarat, umpama, bak, laksana, serupa.
Contoh: Seperti air dengan minyak.
Metafora
Metafora ialah gaya bahasa yang membandingkan dua hal secara implisit.
Contoh: Aku adalah angin yang kembara.
Personifikasi
Personifikasi ialah gaya bahasa yang melekatkan sifat-sifat insani pada barang atau benda yang tidak bernyawa ataupun pada ide yang abstrak.
Contoh: Bunga ros menjaga dirinya dengan duri.
Depersonifikasi
Depersonifikasi ialah gaya bahasa yang melekatkan sifat-sifat suatu benda tak bernyawa pada manusia atau insan. Biasanya memanfaatkan kata-kata: kalau, sekiranya, jikalau, misalkan, bila, seandainya, seumpama.
Contoh: Kalau engkau jadi bunga, aku jadi tangkainya.
Alegori
Alegori ialah gaya bahasa yang menggunakan lambang-lambang yang termasuk dalam alegon antara lain:
Fabel, contoh: Kancil dan Buaya
Parabel, contoh: Cerita Adam dan Hawa
Antitesis
Antitesis ialah gaya bahasa yang mengandung gagasan-gagasan yang bertentangan.
Contoh: Dia gembira atas kegagalanku dalam ujian.
Pleonasme dan Tautologi
Pleonasme adalah penggunaan kata yang mubazir yang sebesarnya tidak perlu. Contoh: Capek mulut saya berbicara.
Tautologi adalah gaya bahasa yang menggunakan kata atau frase yang searti dengan kata yang telah disebutkan terdahulu. Contoh: Apa maksud dan tujuannya datang ke mari?
Perifrasis
Perifrasis ialah gaya bahasa yang dalam pernyataannya sengaja menggunakan frase yang sebenarnya dapat diganti dengan sebuah kata saja.
Contoh: Wita telah menyelesaikan sekolahnya tahun 1988 (lulus).
Antisipasi (prolepsis)
Antisipasi ialah gaya bahasa yang dalam pernyataannya menggunakan frase pendahuluan yang isinya sebenarnya masih akan dikerjakan atau akan terjadi.
Contoh: Aku melonjak kegirangan karena aku mendapatkan piala kemenangan.
Koreksio (epanortosis)
Koreksio ialah gaya bahasa yang dalam pernyataannya mula-mula ingin menegaskan sesuatu. Namun, kemudian memeriksa dan memperbaiki yang mana yang salah.
Contoh: Silakan Riki maju, bukan, maksud saya Rini!
3. Gaya Bahasa Pertentangan
Hiperbola
Hiperbola ialah gaya bahasa yang mengandung pernyataan yang berlebih-lebihan baik jumlah, ukuran, ataupun sifatnya dengan tujuan untuk menekan, memperhebat, meningkatkan kesan dan pengaruhnya.
Contoh: Pemikiran-pemikirannya tersebar ke seluruh dunia.
Litotes
Litotes ialah majas yang berupa pernyataan yang bersifat mengecilkan kenyataan yang sebenarnya.
Contoh: Apa yang kami berikan ini memang tak berarti buatmu.
Ironi
Ironi ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang isinya bertentangan dengan kenyataan yang sebenarnya.
Contoh: Bagus benar rapormu Bar, banyak merahnya.
Oksimoron
Oksimoron ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang di dalamnya mengandung pertentangan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan dalam frase atau dalam kalimat yang sama.
Contoh: Olahraga mendaki gunung memang menarik walupun sangat membahayakan.
Paronomosia
Paronomasia ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang berisi penjajaran kata-kata yang sama bunyinya, tetapi berlainan maknanya.
Contoh: Bisa ular itu bisa masuk ke sel-sel darah.
Zeugma dan Silepsis
Zeugma ialah gaya bahasa yang menggunakan dua konstruksi rapatan dengan cara menghubungkan sebuah kata dengan dua atau lebih kata lain. Dalam zeugma kata yang dipakai untuk membawahkan kedua kata berikutnya sebenarnya hanya cocok untuk salah satu dari padanya.
Contoh: Kami sudah mendengar berita itu dari radio dan surat kabar.
Dalam silepsis kata yang dipergunakannya itu secara gramatikal benar, tetapi kata tadi diterapkan pada kata lain yang sebenarnya mempunyai makna lain.
Contoh: Ia sudah kehilangan topi dan semangatnya.
Satire
Satire ialah gaya bahasa sejenis argumen atau puisi atau karangan yang berisi kritik sosial baik secara terang-terangan maupun terselubung.
Contoh: Jemu aku dengan bicaramu.
Kemakmuran, keadilan, kebahagiaan
Sudah sepuluh tahun engkau bicara
Aku masih tak punya celana
Budak kurus pengangkut sampah
Inuendo
Inuendo ialah gaya bahasa yang berupa sindiran dengan mengecilkan kenyataan yang sebenarnya.
Contoh: Dia memang baik, cuma agak kurang jujur.
Antifrasis
Antifrasis ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang menggunakan sebuah kata dengan makna kebalikannya. Berbeda dengan ironi, yang berupa rangkaian kata yang mengungkapkan sindiran dengan menyatakan kebalikan dari kenyataan, sedangkan pada antifrasis hanya sebuah kata saja yang menyatakan kebalikan itu.
Contoh Antifrasis: Lihatlah sang raksasa telah tiba (maksudnya si cebol).
Contoh ironi: Kami tahu bahwa kau memang orang yang jujur sehingga tak ada satu orang pun yang percaya padamu.
Paradoks
Paradoks ialah gaya bahasa yang mengandung pertentangan yang nyata dengan fakta-fakta yang ada.
Contoh: Teman akrab adakalanya merupakan musuh sejati.
Klimaks
Klimaks ialah gaya bahasa yang berupa susunan ungkapan yang makin lama makin mengandung penekanan atau makin meningkat kepentingannya dari gagasan atau ungkapan sebelumnya.
Contoh: Hidup kita diharapkan berguna bagi saudara, orang tua, nusa bangsa dan negara.
Anti klimaks
Antiklimaks ialah suatu pernyataan yang berisi gagasan-gagasan yang disusun dengan urutan dari yang penting hingga yang kurang penting.
Contoh: Bahasa Indonesia diajarkan kepada mahasiswa, siswa SLTA, SLTP, dan SD.
Apostrof
Apostrof ialah gaya bahasa yang berupa pengalihan amanat dari yang hadir kepada yang tidak hadir.
Contoh: Wahai dewa yang agung, datanglah dan lepaskan kami dari cengkraman durjana.
Anastrof atau inversi
Anastrof ialah gaya bahasa retoris yang diperoleh dengan membalikkan susunan kata dalam kalimat atau mengubah urutan unsur-unsur konstruksi sintaksis.
Contoh: Diceraikannya istrinya tanpa setahu saudara-saudaranya.
Apofasis
Apofasis ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang tampaknya menolak sesuatu, tetapi sebenarnya justru menegaskannya.
Contoh : Sebenarnya saya tidak sampai hati mengatakan bahwa anakmu kurang ajar.
Histeron Proteran
Histeron Proteran ialah gaya bahasa yang isinya merupakan kebalikan dari suatu yang logis atau kebalikan dari sesuatu yang wajar.
Contoh : Jika kau memenangkan pertandingan itu berarti kematian akan kau alami.
Hipalase
Hipalase ialah gaya bahasa yang berupa sebuah pernyataan yang menggunakan kata untuk menerangkan suatu kata yang seharusnya lebih tepat dikarenakan kata yang lain.
Contoh: Ia duduk pada bangku yang gelisah.
Sinisme
Sinisme ialah gaya bahasa yang merupakan sindiran yang berbentuk kesangsian yang mengandung ejekan terhadap keikhlasan atau ketulusan hati.
Contoh: Anda benar-benar hebat sehingga pasir di gurun sahara pun dapat Anda hitung.
Sarkasme
Sarkasme ialah gaya bahasa yang mengandung sindiran atau olok-olok yang pedas atau kasar.
Contoh: Kau memang benar-benar bajingan.
4. Gaya Bahasa Pertautan
Metonimia
Metonimia ialah gaya bahasa yang menggunakan nama barang, orang, hal, atau ciri sebagai pengganti barang itu sendiri.
Contoh: Parker jauh lebih mahal daripada pilot.
Sinekdoke
Sinekdoke ialah gaya bahasa yang menyebutkan nama sebagian sebagai nama pengganti barang sendiri.
Contoh Sinekdoke pars pro toto: Lima ekor kambing telah dipotong pada acara itu.
Contoh Sinekdoke totem pro parte: Dalam pertandingan itu Indonesia menang satu lawan Malaysia.
Alusio
Alusia ialah gaya bahasa yang menunjuk secara tidak langsung ke suatu pristiwa atau tokoh yang telah umum dikenal/ diketahui orang.
Contoh: Apakah peristiwa Madiun akan terjadi lagi di sini?
Eufimisme
Eufimisme ialah ungkapan yang lebih halus sebagai pengganti ungkapan yang dirasa lebih kasar yang dianggap
merugikan atau yang tidak menyenangkan.
Contoh: Tunasusila sebagai pengganti pelacur.
Eponim
Eponim ialah gaya bahasa yang menyebut nama seseorang yang begitu sering dihubungkan dengan sifat tertentu
sehingga nama itu dipakai untuk menyatakan sifat itu.
Contoh: Dengan latihan yang sungguh saya yakin Anda akan menjadi Mike Tyson.
Antonomasia
Antonomasia ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang menggunakan gelar resmi atau jabatan sebagai
pengganti nama diri.
Contoh: Kepala sekolah mengundang para orang tua murid.
Epitet
Epitet ialah gaya bahasa yang berupa keterangan yang menyatakan sesuatu sifat atau ciri yang khas dari
seseorang atau suatu hal.
Contoh: Putri malam menyambut kedatangan remaja yang sedang mabuk asmara.
Erotesis
Erotesis ialah gaya bahasa yang berupa pertanyaan yang tidak menuntut jawaban sama sekali.
Contoh: Tegakah membiarkan anak-anak dalam kesengsaraan?
Paralelisme
Paralelisme ialah gaya bahasa yang berusaha menyejajarkan pemakaian kata-kata atau frase-frase yang
menduduki fungsi yang sama dan memiliki bentuk gramatikal yang sama.
Contoh: + Bukan saja perbuatan itu harus dikutuk, tetapi juga harus diberantas.
- Bukan saja perbuatan itu harus dikutuk, tetapi juga harus memberantasnya (Ini contoh yang tidak baik).
Elipsis
Elipsis ialah gaya bahasa yang di dalamnya terdapat penanggalan atau penghilangan salah satu atau beberapa
unsur penting dari suatu konstruksi sintaksis.
Contoh: Mereka ke Jakarta minggu lalu (perhitungan prediksi).
Pulangnya membawa oleh-oleh banyak sekali (Penghilangan subyek).
Saya sekarang sudah mengerti ( Penghilangan obyek).
Saya akan berangkat (penghilangan unsur Keterangan).
Mari makan!(penghilangan subyek dan obyek).
Gradasi
Gradasi ialah gaya bahasa yang mengandung beberapa kata (sedikitnya tiga kata) yang diulang dalam konstruksi itu.
Contoh: Kita harus membangun, membangun jasmani dan rohani, rohani yang kuat dan tangguh, dengan ketangguhan itu kita maju.
Asindeton
Asindenton ialah gaya bahasa yang berupa sebuah kalimat atau suatu konstruksi yang mengandung kata-kata yang sejajar, tetapi tidak dihubungkan dengan kata-kata penghubung.
Contoh: Ayah, ibu, anak merupakan inti dari sebuah keluarga.
Polisindeton
Polisindenton ialah gaya bahasa yang berupa sebuah kalimat atau sebuah konstruksi yang mengandung kata-kata yang sejajar dan dihubungkan dengan kata-kata penghubung.
Contoh: Pembangunan memerlukan sarana dan prasarana juga dana serta kemampuan pelaksana.
Selasa, 27 Maret 2012
majas
Minggu, 25 Maret 2012
utek utek
beda otak cowo dan otak cewe!!!!
Message: Kenapa Cewe Bisa Ngomong terus ?
Dalam struktur otak Cewe, kemampuan untuk berbicara terutama ada di bagian depan otak kiri dan sebagian kecil di otak sebelah kanan.
Sementara buat Cowo, kemampuan berbicara dan bahasa itu bukan kemampuan otak yang kritis. Adanya pun cuma di otak kiri dan tidak ada area yang spesifik. Jadi jangan heran kalau Cewe seneng ngomong dan banyak pula yang diomongin, karena kedua belah otaknya mampu bekerja sekaligus.
Otak Cowo itu terkotak-kotak dan mampu memilah-milah informasi yang masuk. Di malam hari, setelah seharian penuh aktivitas, Cowo bias menyimpan semuanya di otaknya. Sementara otak Cewe tidak bekerja seperti itu - informasi atau masalah yang diterimanya akan terus berputar-putar dalam otaknya. Dan ini nggak akan berhenti sampe dia bisa mencurahkan isi otaknya alias curhat. Oleh sebab itu, kalo Cewe bicara, tujuannya adalah untuk mengeluarkan uneg-unegnya, bukan untuk mencari kesimpulan atau solusi.
Cewe juga berusaha membangun hubungan lewat pembicaraan. Rata-rata Cewe bisa bicara 20 ribu kata dalam sehari. Sementara Cowo hanya sekitar 7 ribu kata sehari. Perbedaan ini kelihatan jelas ketika jam makan malam tiba. Cowo sudah menghabiskan 7 ribu katanya dan nggak mood untuk bicara lebih lanjut. Persediaan si Cewe tergantung dari apa yang sudah ia lakukan sepanjang hari. Kalau dia sudah banyak berbicara dengan orang lain hari itu, dia pun akan sedikit berbicara.
Kalau dia tinggal di rumah saja, mungkin ia sudah menggunakan 3 ribuan kata. Masih ada 17 ribu lagi!
Message: Kenapa Cewe Bisa Ngomong terus ?
Dalam struktur otak Cewe, kemampuan untuk berbicara terutama ada di bagian depan otak kiri dan sebagian kecil di otak sebelah kanan.
Sementara buat Cowo, kemampuan berbicara dan bahasa itu bukan kemampuan otak yang kritis. Adanya pun cuma di otak kiri dan tidak ada area yang spesifik. Jadi jangan heran kalau Cewe seneng ngomong dan banyak pula yang diomongin, karena kedua belah otaknya mampu bekerja sekaligus.
Otak Cowo itu terkotak-kotak dan mampu memilah-milah informasi yang masuk. Di malam hari, setelah seharian penuh aktivitas, Cowo bias menyimpan semuanya di otaknya. Sementara otak Cewe tidak bekerja seperti itu - informasi atau masalah yang diterimanya akan terus berputar-putar dalam otaknya. Dan ini nggak akan berhenti sampe dia bisa mencurahkan isi otaknya alias curhat. Oleh sebab itu, kalo Cewe bicara, tujuannya adalah untuk mengeluarkan uneg-unegnya, bukan untuk mencari kesimpulan atau solusi.
Cewe juga berusaha membangun hubungan lewat pembicaraan. Rata-rata Cewe bisa bicara 20 ribu kata dalam sehari. Sementara Cowo hanya sekitar 7 ribu kata sehari. Perbedaan ini kelihatan jelas ketika jam makan malam tiba. Cowo sudah menghabiskan 7 ribu katanya dan nggak mood untuk bicara lebih lanjut. Persediaan si Cewe tergantung dari apa yang sudah ia lakukan sepanjang hari. Kalau dia sudah banyak berbicara dengan orang lain hari itu, dia pun akan sedikit berbicara.
Kalau dia tinggal di rumah saja, mungkin ia sudah menggunakan 3 ribuan kata. Masih ada 17 ribu lagi!
Cowo cuman bisa melakukan satu hal pada suatu
waktu! Semua penelitian yang ada menemukan bahwa otak Cowo lebih
terspesialiasi, terbagi-bagi. Otak Cowo berkembang sedemikian sehingga mereka
hanya dapat berkonsentrasi pada satu hal yang spesifik pada suatu saat,
sehingga sering mereka bilang mereka bisa ngerjain semuanya tapi`satu-satu
donk.'
Kalo Cowo minggirin mobil untuk baca peta, biasanya dia juga akan ngecilin suara radio atau tape. Banyak Cewe yang bingung kenapa. Kan bias aja baca peta sambil denger radio dan bicara. Kenapa Cowo bersikeras ngecilin suara TV kalo ada telepon? Atau kadang Cewe suka bingung "Kalo dia lagi baca koran atau nonton TV, kok dia nggak bias denger tadi gue bilang apa?" Jawabannya adalah karena sedikit sekali jaringan yang menghubungkan otak kiri dan kanan Cowo, sehingga kalo Cowo yang lagi baca koran atau nonton TV di-scan otaknya, kita bakal tau bahwa dia seketika itu juga jadi tuli.
Sementara otak Cewe punya konstruksi yang memungkinkan Cewe melakukan banyak hal sekaligus. Cewe bisa melakukan banyak hal yang sama sekali nggak berhubungan pada waktu bersamaan, dan otaknya nggak pernah putus, selalu aktif! Cewe bisa bicara di telpon, pada saat yang sama masak di dapur dan nonton TV. Atau dia bisa nyetir, dandan, dengerin radio dan bicara lewat hands-free. Bayangin aza cewe yang lagi telp pake HP-nya terus sambil melakukan sesuatu yang laen (misalnya makan atau masak). Kalo dia cuma bisa melakukan 1 hal pada suatu waktu, wah gawat, bisa kebakaran jenggot kali, nanti kerjanya cuma telpon terus dong, he he.
Lain halnya dengan Cowo, pernah terjadi juga kejadian begini. Si Cowo emang udah lapar banget dan dia makan dengan lahapnya di meja makan. Nah, kebetulan di atas meja itu ada beberapa surat yang hari itudikirim untuk setiap penghuni flat. Sambil si Cowo makan, tangannya membuka satu amplop surat, maksudnya ingin makan sambil baca surat
miliknya ... tapi apa yang terjadi, Cowo itu salah buka surat, dia buka surat orang lain, he he he, bener-bener dah terbukti kalo "Man can't do more than one task at the same time." Tapi karena Cewe bisa pakai 2 sisi otaknya secara bersamaan, banyak Cewe yang bingung ngebedain kanan dari kiri.
Sekitar 50% Cewe nggak bisa secara langsung nunjuk mana kanan dan mana kiri kalau ditanya. Tapi Cowo bisa secara langsung mengidentifikasi kanan dari kiri. Sebagai akibatnya, Cewe sering dimarahin Cowo karena nyuruh mereka belokin mobilnya ke kanan.
Original message from ASMT
Kalo Cowo minggirin mobil untuk baca peta, biasanya dia juga akan ngecilin suara radio atau tape. Banyak Cewe yang bingung kenapa. Kan bias aja baca peta sambil denger radio dan bicara. Kenapa Cowo bersikeras ngecilin suara TV kalo ada telepon? Atau kadang Cewe suka bingung "Kalo dia lagi baca koran atau nonton TV, kok dia nggak bias denger tadi gue bilang apa?" Jawabannya adalah karena sedikit sekali jaringan yang menghubungkan otak kiri dan kanan Cowo, sehingga kalo Cowo yang lagi baca koran atau nonton TV di-scan otaknya, kita bakal tau bahwa dia seketika itu juga jadi tuli.
Sementara otak Cewe punya konstruksi yang memungkinkan Cewe melakukan banyak hal sekaligus. Cewe bisa melakukan banyak hal yang sama sekali nggak berhubungan pada waktu bersamaan, dan otaknya nggak pernah putus, selalu aktif! Cewe bisa bicara di telpon, pada saat yang sama masak di dapur dan nonton TV. Atau dia bisa nyetir, dandan, dengerin radio dan bicara lewat hands-free. Bayangin aza cewe yang lagi telp pake HP-nya terus sambil melakukan sesuatu yang laen (misalnya makan atau masak). Kalo dia cuma bisa melakukan 1 hal pada suatu waktu, wah gawat, bisa kebakaran jenggot kali, nanti kerjanya cuma telpon terus dong, he he.
Lain halnya dengan Cowo, pernah terjadi juga kejadian begini. Si Cowo emang udah lapar banget dan dia makan dengan lahapnya di meja makan. Nah, kebetulan di atas meja itu ada beberapa surat yang hari itudikirim untuk setiap penghuni flat. Sambil si Cowo makan, tangannya membuka satu amplop surat, maksudnya ingin makan sambil baca surat
miliknya ... tapi apa yang terjadi, Cowo itu salah buka surat, dia buka surat orang lain, he he he, bener-bener dah terbukti kalo "Man can't do more than one task at the same time." Tapi karena Cewe bisa pakai 2 sisi otaknya secara bersamaan, banyak Cewe yang bingung ngebedain kanan dari kiri.
Sekitar 50% Cewe nggak bisa secara langsung nunjuk mana kanan dan mana kiri kalau ditanya. Tapi Cowo bisa secara langsung mengidentifikasi kanan dari kiri. Sebagai akibatnya, Cewe sering dimarahin Cowo karena nyuruh mereka belokin mobilnya ke kanan.
Original message from ASMT
Rabu, 29 Februari 2012
riya
Pembahasan
A.
PENGERTIAN RIYA
Riya
berasal dari kata ru’yah (penglihatan) sebagaimana sum’ah berasal dari kata
sam’u (pendengaran) dari sekedar makna bahasa ini bisa difahami bahwa riya
adalah ingin diperhatikan atau dilihat orang lain. Dan para ulama mendefiniskan
riya adalah menginginkan kedudukan dan posisi di hati manusia dengan
memperlihatkan berbagai kebaikan kepada mereka.
Dari
definisi tersebut jelas bahwa dasar perbuatan riya’ adalah untuk mencari
keredhoan, penghargaan, pujian, kedukan atau posisi di hati manusia semata
dalam suatu amal kebaikan atau ibadah yang dilakukannya.
B.
WASPADA TERHADAP RIYA
Keterangan
beberapa hadits:
Sesuatu yang paling aku khawatirkan
menimpa kamu sekalian ialah syirik paling kecil. Maka beliau ditanya tentang
itu. Beliau berkata: Riya
Hadits tersebut disitir oleh syeikh
Muhammad bin Abdul Wahab tanpa mengulas panjang lebar. Hadits ini juga
diriwayatkan oleh Thabrani, Ibnu Abid Dunya dan Baihaqi di dalam Az Zahdu.
Berikut ini lafaz Ahmad: Yunus
menceritakan kepadaku, menceritakan kepadaku Laits dari Yazid, yakni Ibnu
Ilhad, dari Amru dari Mahmud bin Labid.
Bahwa Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan menimpa kamu sekalian ialah syirik yang paling kecil. Mereka bertanya: Apakah itu syirik yang paling kecil ya Rasulullah? Beliau menjawab: Riya! Allah berfirman pada hari kiyamat, ketika memberikan pahala terhadap manusia sesuai perbuatan-perbuatannya: Pergilah kamu sekalian kepada orang-orang yang kamu pamerkan perilaku amal kamu di dunia. Maka nantikanlah apakah kamu menerima balasan dari mereka itu.
Bahwa Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan menimpa kamu sekalian ialah syirik yang paling kecil. Mereka bertanya: Apakah itu syirik yang paling kecil ya Rasulullah? Beliau menjawab: Riya! Allah berfirman pada hari kiyamat, ketika memberikan pahala terhadap manusia sesuai perbuatan-perbuatannya: Pergilah kamu sekalian kepada orang-orang yang kamu pamerkan perilaku amal kamu di dunia. Maka nantikanlah apakah kamu menerima balasan dari mereka itu.
Sabda beliau: Sesungguhnya yang
paling aku khawatirkan menimpa kamu sekalian ialah syirik yang paling kecil.
Ini karena kasihnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap ummat dan
belasnya kepada mereka dan memperingatkan terhadap apa yang ditakutkan yang
akan merongrong ummatnya. Maka kebaikanlah bagi manusia setelah ditunjukkan
oleh beliau karena waspada dan khawatir terhadap riya itu.
Nabi saw bersabda:
Allah tidak membangkitkan seorang pun Nabi kecuali benar adanya, menunjukkan ummatnya kepada kebaikan yang diketahuinya untuk mereka dan melarang mereka itu terhadap kejahatan yang diketahuinya.
Allah tidak membangkitkan seorang pun Nabi kecuali benar adanya, menunjukkan ummatnya kepada kebaikan yang diketahuinya untuk mereka dan melarang mereka itu terhadap kejahatan yang diketahuinya.
C.
GODAAN RIYA
Dan tatkala jiwa-jiwa berambisi
tertarik kepada wibawa dan kedudukan di dalam hati manusia -kecuali tentunya
jiwa orang-orang yang diselamatkan oleh Allah, tidak ambisius- ini adalah
godaan yang paling dikhawatirkan oleh orang-orang shaleh, karena kuatnya godaan
kepadanya, sedangkan orang yang terpelihara ialah barangsiapa yang dipelihara
oleh Allah.
Hal yang serupa ini, berbeda dengan
ajakan kepada syirik besar, karena godaan ini adakalanya tidak tergores di
dalam hati orang-orang mukmin yang sempurna, dan oleh sebab itu terdapatnya
mereka dalam neraka lebih gampang lagi daripada kekufuran. Adakalanya godaan ke
sana adalah lemah, ini beserta keselamatan. Dan adakalanya dengan bala bencana,
maka Allah menetapkan mereka yang beriman dengan kemantapan dalam kehidupan
dunia dan akherat.
Sedangkan orang-orang yang zalim itu
adalah menyesatkan dirinya sendiri dan Allah memperbuat apa-apa yang
dikehendakinya. Justru itulah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangsi dan
kuatir terhadap ummatnya tergoda oleh riya, lebih sangat karena kuat daya
tariknya, bisa tergiur karena banyaknya daripada syirik besar.
Bersamaan dengan itu, Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahukan bahwa pasti terjadi penyembahan
berhala di kalangan ummatnya. Lalu beliau memperingatkan, bahwa seyogyanya bagi
manusia takut dirinya ditimpa oleh syirik besar, sedangkan orang-orang yang
shaleh khawatir terhadap syirik yang paling kecil, karena semuanya itu
mengurangi iman dan maksiat kepada Allah, ini kehendak dari syeikh kita .
Beliau juga menyimpulkan bahwa di dalamnya terdapat keterangan bahwa riya itu
adalah termasuk syirik, dan walaupun terkecil namun ditakuti menimpa
orang-orang yang shaleh dan didalamnya terdapat pendekatan syurga dan neraka,
seakan-akan berbarengan keduanya: Amal sama macamnya, rupanya juga sama, lagi
mirip.
Dikutip dari: Syeikh Sulaiman bin
Abdullah bin Muhammad bin Abul Wahhab, Taisirul ‘azizil hamid fi syarhi kitabit
tauhid ,Edisi Indonesia: Ketuhanan Yang Maha Esa Menurut Islam , penerjemah:
Drs. Ja’far Soejarwo., Al Ikhlas, Surabaya, 1986, hal. 152-153,
D. SIFAT RIYA
Riya
artinya memperlihatkan perbuatan (ibadah) kepada orang lain agar disanjung atau
dipuji. Maksud lain adalah beribadah dengan niat karena ALLAH dan karena
ingin dilihat, disanjung atau dipuji manusia. Hakikat riya sebenarnya ada dalam
hati, dan tidak selamanya ditunjukkan dalam perbuatan, karena ada orang yang
menunjukkan perbuatannya dengan niat memberi contoh. Oleh karena itu hanya
Allah-lah yang dapat menilai apakah perbuatan tersebut mengandung riya atau
tidak ?
E.
JENIS RIYA
Ø Riya dalam niat
Riya ini muncul ketika
mengawali suatu pekerjaan. Seseorang yang akan melakukan ibadah berkeinginan
untuk mendapatkan pujian dan sanjungan manusia
Ø Riya dalam perbuatan
Yaitu riya orang yang selalu
memperlihatkan ketekunan beribadah bukan karena sedang member contoh atau bukan
diwaktu saat orang banyak melakukannya.
F.
BAHAYA RIYA
Penyakit ini termasuk jenis
penyakit yang sangat berbahaya karena bersifat lembut (samar-samar) tapi
berdampak luar biasa.
“Kecelakaan bagi orang-orang yang shalat, yaitu
orang-orang yang lalai dari shalatnya, dan orang-orang yang berbuat riya’,
Bahaya Riya’ bagi Amal
Perbuatan :
a. Menyia nyiakan amal shalih, dari pengaruh baiknya
dan tujuan luhurnya
b. Riya’ adalah syirik khafi.
c. Riya’ mewariskan kehinaan dan
kekerdilan.
d. Riya’ menghalangi pahala akhirat.
e. Riya’ menambah kesesatan
1.
Cara menghindari riya
Sudah diketahui bahwa bahaya
riya sangatlah besar, dan kita sebagai umat muslim sudah selayaknya untuk menghindari
perbuatan riya tersebut, diantaranya adalah dengan cara :
Mempersiapkan niat hanya karena Allah saja,
tidak menampakkan ibadah kecuali untuk memberi contoh dan diwaktu orang banyak
melakukannya.
BEBERAPA PERKARA YANG BUKAN TERMASUK RIYA’
1. Seseorang yang beramal dengan ikhlas, namun mendapatkan pujian dari manusia tanpa ia kehendaki.
2. Seseorang yang memperindah penampilan karena keindahan Islam.
3. Beramal karena memberikan teladan bagi orang lain.
4. Bukan termasuk riya’ pula bila ia semangat beramal ketika berada ditengah orang-orang yang lagi semangat beramal. (tak ke-gua)
1. Seseorang yang beramal dengan ikhlas, namun mendapatkan pujian dari manusia tanpa ia kehendaki.
2. Seseorang yang memperindah penampilan karena keindahan Islam.
3. Beramal karena memberikan teladan bagi orang lain.
4. Bukan termasuk riya’ pula bila ia semangat beramal ketika berada ditengah orang-orang yang lagi semangat beramal. (tak ke-gua)
ADAPUN
BEBERAPA KIAT UNTUK MENGHILANGKAN PENYAKIT RIYA’, MENURUT IMAM GHOZALI ADALAH :
1.
Menghilangkan sebab-sebab riya’, seperti kenikmatan terhadap pujian orang lain,
menghindari pahitnya ejekan dan anusias dengan apa-apa yang ada pada manusia,
sebagaimana hadits Rasulullah saw dari Abu Musa berkata,”Pernah datang seorang
laki-laki kepada Rasulullah saw dan mengatakan,’Wahai Rasulullah bagaimana
pendapatmu tentang orang yang berperang dengan gagah berani, orang yang
berperang karena fantisme dan orang yang berperang karena riya’ maka mana yang
termasuk dijalan Allah? Maka beliau saw bersabda,’Siapa yang berperang demi
meninggikan kalimat Allah maka dia lah yang berada dijalan Allah.” (HR.
Bukhori)
2.
Membiasakan diri untuk menyembunyikan berbagai ibadah yang dilakukannya hingga
hatinya merasa nyaman dengan pengamatan Allah swt terhadap berbagai ibadahnya
itu.
3.
Berusaha juga untuk melawan berbagai bisikan setan untuk berbuat riya pada saat
mengerjakan suatu ibadah.
KESIMPULAN
è Riya berasal dari kata ru’yah
(penglihatan) sebagaimana sum’ah berasal dari kata sam’u (pendengaran) dari
sekedar makna bahasa ini bisa difahami bahwa riya adalah ingin diperhatikan
atau dilihat orang lain.
è
Maksud riya’ adalah beribadah dengan niat
karena ALLAH dan karena ingin dilihat, disanjung atau dipuji manusia.
è
Bahaya Riya’ bagi Amal Perbuatan :
1.
Menyia nyiakan amal shalih, dari pengaruh baiknya dan tujuan luhurnya
2.
Riya’ adalah syirik khafi.
3.
Riya’ mewariskan kehinaan dan kekerdilan.
4.
Riya’ menghalangi pahala akhirat.
5.
Riya’ menambah kesesatan
Sabtu, 24 Desember 2011
24 Alasan mengapa Cowok menyukai Cewek.
1. Mereka selalu wangi, meskipun hanya wangi shampoo
2. Mereka selalu tahu di mana harus menyandarkan kepalanya di bahu
cowok.
3. Cara mereka masuk ke dalam pelukan cowok dengan nyaman.
4. Cara mereka mencium cowok yang membuat dunia tampak jauh lebih
indah.
5. Cara mereka makan
6. Waktu berjam-jam yang mereka butuhkan untuk berdandan, dan ternyata
hasilnya sangat
file:///J|/donlodan/alasan%20sk%20female.txt (1 of 3)26/04/2005 20:47:38
file:///J|/donlodan/alasan%20sk%20female.txt
mengesankan.
7. Mereka selalu hangat, meskipun udara di luar amat sangat dingin.
8. Mereka selalu tampak menarik, tak peduli baju apa pun yang mereka
kenakan.
9. Cara mereka berusaha untuk dipuji.
10. Cara mereka berdebat
11. Cara tangan mereka meraih tangan kita.
12. Senyum mereka.
13. Kita selalu merasa senang melihat ID-nya waktu menelepon
kita,khususnya setelah kita
bertengkar.
14. Cara mereka mengatakan, "Kita jangan bertengkar lagi, ya?"
meskipun
sejam
kemudian.......
15. Cara mereka mencium saat kita berbuat baik pada mereka.
16. Cara mereka mencium saat kita mengatakan "Aku mencintaimu."
17. Sebenarnya, cara mereka mencium kita, itu saja........
18. Cara mereka jatuh ke dalam pelukan kita saat mereka menangis.
19. Cara mereka minta maaf karena menangis gara-gara hal sepele.
20. Cara mereka memukul kita dan mengharapkan kita kesakitan.
21. Lalu, cara mereka minta maaf kalau pukulannya memang menyakitkan
(walaupun kita tak
mau mengakui bahwa pukulannya memang sakit).
22. Cara mereka mengatakan, "Aku kangen padamu."
23. Cara kita merindukan mereka.
24. Cara mereka menangis, yang membuat kita ingin mengubah dunia agar
mereka tidak
terluka lagi. "Namun, sekalipun kita mencintai mereka, membenci
mereka, mengharapkan
mereka mati, atau kita akan mati tanpa mereka... tidaklah jadi soal.
Sebab, setelah
mereka memasuki kehidupan kita, bagaimanapun orang lain memandang
mereka, mereka adalah segalanya bagi kita. Saat kita menatap mata
mereka, menukik ke dalama jiwanya, dan kita mengatakan jutaan kata
tanpa bersuara, kita tahu bahwa hidup kita menghirup debaran jantung
mereka". Kita mencintai mereka dengan sejuta alasan. hal itu bukan
berhubungan dengan pikiran, melainkan dengan hati. Dengan perasaan.
Hanya perasaan. Titik.
Dimana ALLAH
Dimana ALLAH
Abdul Wahid Muallim
Halaman satu dari tiga tulisan
Saya akan
menjelaskan salah satu aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, yang telah hilang dari
dada sebagian kaum muslimin, yaitu : tentang istiwaa Allah di atas Arsy-Nya
yang sesuai dengan kebesaran dan kemuliaan-Nya. Sehingga bila kita bertanya
kepada saudara kita ; Dimana Allah ? Kita akan mendapat dua jawaban yang bathil
bahkan sebagiannya kufur..! : - Allah ada pada diri kita ini
..!
- Allah dimana-mana di segala
tempat !
Jawaban
yang pertama berasal dari kaum wihdatul wujud (kesatuan wujud Allah dengan
manusia) yang telah dikafirkan oleh para Ulama kita yang dahulu dan sekarang.
Sedangkan jawaban yang kedua keluar dari kaum Jahmiyyah (faham yang
menghilangkan sifat-sifat Allah) dan Mu'tazilah, serta mereka yang sefaham
dengan keduanya dari ahlul bid'ah.
Rasulullah SAW
pernah mengajukan pertanyaan kepada seorang budak perempuan milik Mua'wiyah bin
Al-Hakam As-Sulamy sebagai ujian keimanan sebelum ia dimerdekakan oleh tuannya
yaitu Mu'awiyah :Artinya :
"Beliau bertanya kepadanya : "Di manakah Allah ?. Jawab budak perempuan : "Di atas langit. Beliau bertanya (lagi) : "Siapakah Aku ..?". Jawab budak itu : "Engkau adalah Rasulullah". Beliau bersabda : "Merdekakan ia ! .. karena sesungguhnya ia mu'minah (seorang perempuan yang beriman)".
Hadits shahih. Dikeluarkan oleh Jama'ah ahli hadits, diantaranya :
- Imam Malik (Tanwirul Hawaalik
syarah Al-Muwath-tho juz 3 halaman 5-6).
- Imam Muslim (2/70-71)
- Imam Abu Dawud (No. 930-931)
- Imam Nasa'i (3/13-14)
- Imam Ahmad (5/447, 448-449)
- Imam Daarimi 91/353-354)
- Ath-Thayaalis di Musnadnya
(No. 1105)
- Imam Ibnul Jaarud di Kitabnya
"Al-Muntaqa" (No. 212)
- Imam Baihaqy di Kitabnya
"Sunanul Kubra" (2/249-250)
- Imam Ibnu Khuzaimah -Imamnya
para Imam- di Kitabnya "Tauhid" (hal. 121-122)
- Imam Ibnu Abi 'Aashim di
Kitab As-Sunnah (No. 489 di takhrij oleh ahli hadits besar Muhammad
Nashiruddin Al-Albani).
- Imam Utsman bin Sa'id
Ad-Daarimi di Kitabnya "Ar-Raddu 'Alal Jahmiyyah" (No. 60,61,62
halaman 38-39 cetakan darus Salafiyah).
- Imam Al-Laalikai di Kitabnya
"As-Sunnah " (No. 652).
PEMBAHASAN
PertamaHadist ini merupakan cemeti dan petir yang menyambar di kepala dan telinga ahlul bid'ah dari kaum Jahmiyyah dan Mu'tazilah dan yang sefaham dengan mereka, yaitu ; dari kaum yang menyandarkan aqidah mereka kepada Imam Abul Hasan Ali bin Ismail Al-Asy'ary, yaitu ; mereka mempunyai i'tiqad (berpendapat) :
"ALLAH BERADA DI TIAP-TIAP TEMPAT ATAU ALLAH BERADA DIMANA-MANA .!?"
Katakanlah kepada mereka : Jika demikian, yakni Allah berada dimana-mana tempat, maka Allah berada di jalan-jalan, di pasar-pasar, di tempat kotor dan berada di bawah mahluknya !?.
Jawablah kepada mereka dengan firman Allah 'Azza wa Jalla :
Artinya :
"Maha suci Engkau ! ini adalah satu dusta yang sangat besar" (An-Nur : 16)
"Maha suci Allah dari apa-apa yang mereka sifatkan " (Al-Mu'minun : 91)
"Maha Suci Dia ! Dan Maha Tinggi dari apa-apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang besar". (Al-Isra : 43)
Berkata Imam Adz-Dzahabi setelah membawakan hadits ini, di kitabnya "Al-Uluw" (hal : 81 diringkas oleh Muhammad Nashiruddin Al-Albani).
Artinya :
"Dan demikian ra'yu kami (setuju dengan hadits) setiap orang yang ditanya : "Dimana Allah ? "Dia segera dengan fitrahnya menjawab : Di atas langit !. Didalam hadits ini ada dua masalah : pertama : Disyariatkan pertanyaan seorang muslim : Dimana Allah ?. Kedua : Jawaban orang yang ditanya : (Allah) di atas langit ! Maka barangsiapa yang mengingkari dua masalah ini berarti ia telah mengingkari Al-Musthafa (Nabi) SAW".
Dan telah berkata Imam Ad-Daarimi setelah membawakan hadits ini di kitabnya "Ar-Raddu 'Alal Jahmiyah (hal: 39): "Di dalam hadits Rasulullah SAW ini, ada dalil bahwa seseorang apabila tidak mengetahui sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla berada di atas langit bukan bumi, tidaklah ia seorang mu'min".
Tidaklah engkau perhatikan bahwa Rasulullah SAW telah menjadikan tanda/alamat keimanannya (yaitu budak perempuan) tentang pengetahuannya sesungguhnya Allah di atas langit. Dan pada pertanyaan Rasulullah SAW (kepada budak perempuan): "Dimana Allah ?". Mendustakan perkataan orang yang mengatakan : "Dia (Allah) ada di tiap-tiap tempat (dan) tidak boleh disifatkan dengan (pertanyaan) : Dimana .?
Kedua
Lafadz 'As-Samaa" menurut lughoh/bahasa Arab artinya : Setiap yang tinggi dan berada di atas. Berkata Az-Zujaaj (seorang Imam ahli bahasa) :
Artinya :
"(Lafadz) As-Samaa/langit di dalam bahasa dikatakan : Bagi tiap-tiap yang tinggi dan berada di atas. Dikatakan : atap rumah langit-langit rumah".
Dinamakan "Awan" itu langit/As-Samaa, karena ia berada di atas manusia. Firman Allah 'Azza wa Jalla.
Artinya :
"Dan Ia turunkan dari langit Air (hujan)" (Al-Baqarah : 22).
Adapun huruf "Fii" dalam lafadz hadits "Fiis-Samaa" bermakna " 'Alaa" seperti firman Allah 'Azza wa Jalla :
Artinya :
"Maka berjalanlah kamu di atas/di muka bumi" (At-Taubah : 2)
"Mereka tersesat di muka bumi" (Al-Maa'idah : 26)
Lafadz "Fil Arldhii" dalam dua ayat diatas maknanya " 'Alal Arldhii", Maksudnya : Allah 'Azza wa Jalla berada di pihak/di arah yang tinggi -di atas langit- yakni di atas 'Arsy-Nya yang sesuai dengan kebesaran-Nya. Ia tidak serupa dengan satupun mahluk-Nya dan tidak satupun mahluk menyerupai-Nya.
Firman Allah 'Azza wa Jalla :
Artinya :
"Tidak ada sesuatupun yang sama dengan-Nya, dan Ia-lah yang Maha Mendengar (dan) Maha Melihat". (As-Syura : 4)
"Dan tidak ada satupun yang sama/sebanding dengan-Nya" (Al-Ikhlas : 4)
"Ar-Rahman di atas '
"Sesungguhnya Tuhan kamu itu Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, kemudian ia istiwaa (bersemayam) di atas 'Arsy".(Al-A'raf :54).
Madzhab Salaf -dan yang mengikuti mereka- seperti Imam yang empat : Abu Hanifah, Malik, Syafi'iy dan Ahmad bin Hambal dan lain-lain Ulama termasuk Imam Abul Hasan Al-Asy'ari sendiri, mereka semuanya beriman bahwa ; Allah 'Azza wa Jalla ISTIWAA diatas 'Arsy-Nya sesuai dengan kebesaran dan keagungan-Nya.
Mereka tidak menta'wil ISTIWAA/ISTAWAA dengan ISTAWLA yang artinya : Berkuasa. Seperti halnya kaum Jahmiyyah dan yang sefaham dengan mereka yang mengatakan "Allah istiwaa di atas 'Arsy" itu maknanya : Allah menguasai 'Arsy !. Bukan Dzat Allah berada di atas langit yakni di atas 'Arsy-Nya, karena Allah berada dimana-mana tempat !?... Mereka ini telah merubah perkataan dari tempatnya dan telah mengganti perkataan yang tidak pernah dikatakan Allah kepada mereka sama seperti kaum Yahudi (baca
Katakan kepada mereka : Kalau makna istiwaa itu adalah istawla/berkuasa, maka Allah 'Azza wa Jalla berkuasa atas segala sesuatu bukan hanya menguasai 'Arsy. Ia menguasai langit dan bumi dan apa-apa yang ada diantara keduanya dan sekalian mahluk (selain Allah dinamakan mahluk). Allah 'Azza wa Jalla telah mengabarkan tentang istawaa-Nya diatas 'Arsy-Nya dalam tujuh tempat di dalam kitab-Nya Al-Qur'an. Dan semuanya dengan lafadz "istawaa". Ini menjadi dalil yang sangat besar bahwa yang dikehendaki dengan istawaa ialah secara hakekat, bukan "istawla" dengan jalan menta'wilnya.
Telah berfirman Allah 'Azza wa Jalla di Muhkam Tanzil-Nya.
Artinya :
"Ar-Rahman di atas '
"
Pada enam tempat. Ia berfirman di kitab-Nya yaitu :
- Surat Al-A'raf ayat 54
- Surat Yunus ayat 3
- Surat Ar-Ra'du ayat 2
- Surat Al-Furqaan ayat 59
- Surat As-Sajdah ayat 4
- Surat Al-Hadid ayat 4
Menurut
lughoh/bahasa, apabila fi'il istiwaa dimuta'adikan oleh huruf 'Ala , tidak dapat
dipahami/diartikan lain kecuali berada diatasnya.
Firman Allah 'Azza wa Jalla :
Artinya :
"Dan berhentilah kapal (Nuh) di atas gunung/bukit Judi" (Hud : 44).
Di ayat ini
fi'il "istawaa" dimuta'addikan oleh huruf 'Firman Allah 'Azza wa Jalla :
Artinya :
"Dan berhentilah kapal (Nuh) di atas gunung/bukit Judi" (Hud : 44).
Berkata Mujahid (seorang Tabi'in besar murid Ibnu Abbas).
Artinya :
"Ia istawaa (bersemayam) di atas "Arsy" maknanya :
"Ia berada tinggi di atas "Arsy"
(Riwayat Imam Bukhari di sahihnya Juz 8 hal : 175)
Berkata Imam Ibnu Khuzaimah -Imamnya para Imam- di kitabnya "At-Tauhid" (hal: 101):
Artinya :
"Kami beriman dengan khabar dari Allah Jalla wa A'laa (yang Maha Besar dan Maha tinggi) sesungguhnya pencipta kami (Allah) Ia istiwaa di atas 'Arsy-Nya. Kami tidak akan mengganti/mengubah Kalam (firman) Allah dan kami tidak akan mengucapkan perkataan yang tidak pernah dikatakan (Allah) kepada kami sebagaimana (kaum) Jahmiyyah yang menghilangkan sifat-sifat Allah, dengan mengatakan "Sesungguhnya Ia (Allah) istawla (menguasai) 'Arsy-Nya tidak istawaa!". Maka mereka telah mengganti perkataan yang tidak pernah dikatakan (Allah) kepada mereka seperti perbuatan Yahudi tatkala mereka diperintah mengucapkan : "Hith-thatun (ampunkanlah dosa-dosa kami)" Tetapi mereka mengucapkan : "Hinthah (gandum).?". Mereka (kaum Yahudi) telah menyalahi perintah Allah yang Maha Besar dan Maha tinggi, begitu pula dengan (kaum) Jahmiyyah".
Yakni, Allah telah menegaskan pada tujuh tempat di kitab-Nya yang mulia, bahwa Ia istiwaa di atas 'Arsy-Nya (Dzat Allah istiwaa/bersemayam di atas 'Arsy-Nya yang sesuai dengan kebesaran-Nya, sedangkan ilmu-Nya berada dimana-mana/tiap-tiap tempat tidak satupun tersembunyi dari pengetahuan-Nya). Kemudian datanglah kaum Jahmiyyah mengubah firman Allah istawaa dengan istawla yakni menguasai 'Arsy sedangkan Dzat Allah berada dimana-mana/tiap-tiap tempat !!!. Maha Suci Allah dari apa-apa yang disifatkan kaum Jahmiyyah !
Adapun madzhab Salaf, mereka telah beriman dengan menetapkan (istbat) sesungguhnya Allah Azza wa Jalla istiwaa -dan bukan istawla- di atas 'Arsy-Nya tanpa :
- Tahrif yakni ; Merubah lafadz
atau artinya.
- Ta'wil yakni ; Memalingkan
dari arti yang zhahir kepada arti yang lain.
- Ta'thil yakni ;
Meniadakan/menghilangkan sifat-sifat Allah baik sebagian maupun secara
keseluruhannya.
- Tasybih yakni ; Menyerupakan
Allah dengan mahluk.
- Takyif yakni ; Bertanya
dengan pertanyaan : Bagaimana (caranya) ?
Alangkah
bagusnya jawaban Imam Malik ketika beliau ditanya :
"Bagaimana caranya Allah istiwaa di atas 'Arsy ?. Beliau menjawab :
Artinya :
"Istiwaa itu bukanlah sesuatu yang tidak dikenal (yakni telah kita ketahui artinya), tetapi bagaimana caranya (Allah istiwaa) tidaklah dapat dimengerti, sedang iman dengannya (bahwa Allah istiwaa) wajib, tetapi bertanya tentangnya (bagaimana caranya) adalah bid'ah".
(baca : Fatwa Hamawiyyah Kubra hal : 45-46)
Perhatikan ! "Bagaimana caranya Allah istiwaa di atas 'Arsy ?. Beliau menjawab :
Artinya :
"Istiwaa itu bukanlah sesuatu yang tidak dikenal (yakni telah kita ketahui artinya), tetapi bagaimana caranya (Allah istiwaa) tidaklah dapat dimengerti, sedang iman dengannya (bahwa Allah istiwaa) wajib, tetapi bertanya tentangnya (bagaimana caranya) adalah bid'ah".
(baca : Fatwa Hamawiyyah Kubra hal : 45-46)
- 'Arsy adalah mahluk Allah
yang paling tinggi berada di atas tujuh langit dan sangat besar sekali
sebagaimana diterangkan Ibnu Abbas :
Artinya :
"Dan 'Arsy tidak seorangpun dapat mengukur berapa besarnya".
Berkata Imam Dzahabi di kitabnya "Al-Uluw" (hal
: 102) : rawi-rawinya tsiqaat (terpercaya).
Muhammad Nashiruddin Al-Albani mengatakan : Sanadnya shahih semua riwayatnya tsiqaat. (dikeluarkan oleh Imam ibnu Khuzaimah di kitabnya "At-Tauhid").
Muhammad Nashiruddin Al-Albani mengatakan : Sanadnya shahih semua riwayatnya tsiqaat. (dikeluarkan oleh Imam ibnu Khuzaimah di kitabnya "At-Tauhid").
- Bahwa Allah 'Azza wa Jalla
-istiwaa-Nya di atas 'Arsy- tidak tergantung kepada 'Arsy. Bahkan sekalian
mahluk termasuk 'Arsy bergantung kepada Allah Azza wa Jalla.
Firman Allah 'Azza wa Jalla.
Artinya :
"Sesungguhnya Allah Maha Kaya dari sekalian alam" (Al-Ankabut : 6) Yakni : Allah tidak berkeperluan kepada sekalian mahluk".
Artinya :
"Sesungguhnya Allah Maha Kaya dari sekalian alam" (Al-Ankabut : 6) Yakni : Allah tidak berkeperluan kepada sekalian mahluk".
KATA-KATA KASAR
KATA-KATA
KASAR
Saya
menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia
lewat.
"Oh, maafkan
saya"
adalah reaksi saya. Ia berkata, "Maafkan saya
juga;
Saya tidak melihat Anda."
Orang
tidak dikenal itu, juga saya, berlaku sangat
sopan.
Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat
tinggal.
Namun
cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana
kita
memperlakukan
orang-orang
yang kita kasihi, tua dan muda.
Pada
hari itu juga, saat saya tengah memasak makan
malam,
anak lelaki
saya
berdiri diam-diam di samping saya. Ketika saya
berbalik,
hampir saja saya membuatnya jatuh.
"Minggir,"
kata saya dengan marah. Ia pergi, hati
kecilnya
hancur. Saya tidak menyadari betapa kasarnya
kata-kata
saya
kepadanya.
Ketika
saya berbaring di tempat tidur, dengan halus
Tuhan
berbicara
padaku,
"Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang
tidak
kau kenal,
etika
kesopanan kamu gunakan, tetapi anak-anak yang
engkau
kasihi, sepertinya engkau perlakukan dengan
sewenang-wenang.
Coba lihat ke lantai dapur, engkau
akan
menemukan beberapa kuntum bunga dekat pintu."
"Bunga-bunga
tersebut telah dipetik sendiri oleh
anakmu;
merah muda,
kuning
dan biru. Anakmu berdiri tanpa suara supaya
tidak
menggagalkan
kejutan
yang akan ia buat bagimu, dan kamu bahkan
tidak
melihat matanya yang basah saat itu."
Seketika
aku merasa malu, dan sekarang air mataku
mulai
menetes. Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku
dan
berlutut di dekat tempat
tidurnya,
"Bangun, nak, bangun," kataku.
"Apakah
bunga-bunga ini engkau petik untukku?" Ia
tersenyum,
"Aku
menemukannya
jatuh dari pohon. Aku mengambil
bunga-bunga
ini karena mereka cantik seperti Ibu. Aku
tahu
Ibu akan menyukainya, terutama yang berwarna
biru."
Aku berkata, "Anakku, Ibu sangat menyesal
karena
telah kasar padamu; Ibu seharusnya tidak
membentakmu
seperti tadi."
Si
kecilku berkata, "Oh, Ibu, tidak apa-apa. Aku tetap
mencintaimu."
Aku
pun
membalas, "Anakku, aku mencintaimu juga, dan aku
benar-benar
menyukai bunga-bunga ini, apalagi yang
biru."
Apakah
anda menyadari bahwa jika kita mati besok,
perusahaan
di mana kita bekerja sekarang bisa saja
dengan
mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan
hari?
Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan
merasakan
kehilangan selama sisa hidup mereka.
Mari
kita renungkan, kita melibatkan diri lebih dalam
kepada
pekerjaan kita ketimbang keluarga kita sendiri,
suatu
investasi yang tentunya kurang bijaksana, bukan?
Jadi
apakah anda telah memahami apa tujuan cerita di
atas?
Apakah anda tahu apa arti kata KELUARGA?
Dalam
bahasa Inggris, KELUARGA = FAMILY.
Gaya Hidup Menuju Sukses
Orang
yang sukses adalah dia yang hidup dengan benar,
sering
tertawa, dan
banyak
mengasihi; yang dihargai sebagai orang yang berakal
budi
dan disukai
anak-anak;
yang bekerja keras dan memenuhi tugas-tugasnya;
yang
membuat
dunia
ini menjadi lebih baik, entah melalui puisi yang
sempurna
atau jiwa
yang
disegarkan; yang selalu menghargai keindahan bumi ini
atau
tidak
pernah
lalai mengekpresikannya; yang melihat hal terbaik
dalam
diri orang
lain
serta memberikan yang terbaik dari yang dimilikinya.
"Robert
Louis Stevenson
Langganan:
Postingan (Atom)